DECEMBER 9, 2022
Orbit Indonesia

Raja Maroko Mohammad VI yang Sering Absen dan Dampaknya Bagi Bangsa

image
Raja Maroko Mohammad VI (kanan) bersama rekan dekatnya yang bikin Raja sering absen.

ORBITINDONESIA.COM - Malam ini saya membaca artikel menarik tentang Maroko dari The Economist yang ditulis oleh Nicholas Pelham sebagai summer reading. Judul artikelnya “The mystery of Morocco’s missing king” atau “Misteri Hilangnya Sang Raja Maroko”.

Bagaimana 3 orang kakak beradik yang merupakan atlit kickboxer dari Jerman, berperan seperti Rasputin bagi Raja Maroko - salah seorang raja terkaya di dunia modern ini?

Lima tahun lalu beredar foto yang tak biasa terposting di Instagram. Di foto itu menunjukkan Raja Maroko Mohammad ke VI yang berumur 54 tahun duduk di sebuah sofa mewah bersama dengan pria muda gagah berotot yang memakai pakaian olahraga.

Baca Juga: New Year Gaza 24 B

Baca Juga: Singapore Open 2023: Kunvalut Cidera, Anthony Melenggang Ke Final

Pria muda gagah berotot itu adalah Abu Azaitar, seorang veteran penjara Jerman yang kemudian menjadi juara martial arts.

Sejak foto itu beredar, Abu Azaitar dan kedua adik laki-lakinya seperti memonopoli perhatian kehidupan kerajaan Moroko. Mereka diajak untuk tinggal hidup di dalam istana, bahkan mereka membawa keluarga dan teman-teman terdekat untuk tinggal di sana.

Baca Juga: Survei LSI Denny JA: Elektabilitas PSI yang Dipimpin Kaesang Hanya 1,5 Persen, Gerindra Salip PDI Perjuangan

Raja Mohammad ke VI bahkan mengizinkan untuk menguburkan sang Ibu dari Azaitar ketika meninggal di tanah istana Tangiers.

Azaitar dan kedua adiknya bahkan mendapatkan property real estate di depan pantai dan memamerkan kehidupan mereka di media sosial.

Baca Juga: Waduh, Lionel Messi Berpeluang Tak Ikut Laga Timnas Indonesia vs Argentina di GBK 19 Juni

Baca Juga: Ditemani Erick Thohir, Prabowo Subianto Makan Siang Bersama Pelaku Usaha Muda

Maroko dianggap sebagai negara di benua Afrika yang sukses dan maju, namun masalah pengangguran kini meningkat, inflasi meninggi, dan karenanya mulai terjadi beberapa demonstrasi di jalanan. Namun apa yang terjadi?

Sang pemimpin, Raja Mohammad ke VI, bukan hanya terdistraksi tapi juga absen dalam urusan pemerintahan! Diperkirakan ia menghabiskan kurang lebih 200 hari di luar negeri pada tahun lalu.

Para ahli hukum dan pemerintahan di Maroko mulai khawatir dengan situasi ini, karena hanya raja yang memiliki hak untuk mengambil keputusan untuk tiap urusan negara.

Baca Juga: Yasonna H Laoly Dampingi Megawati Soekarnoputri Selama Jadi Juri Jayed Award 2023 di Roma

Dan oleh karena itu, Maroko kini mengalami krisis serta gagal untuk berfungsi. Bahkan ada seorang pejabat yang menyatakan bahwa Maroko kini seperti pesawat tanpa pilot.

Baca Juga: Erick Thohir Beberkan Poin Penting Kerja Sama PSSI dengan DFL

Apakah yang akan terjadi pada Maroko kemudian? Kita pun masih menunggu kepastian.

Baca Juga: Jadi Juri Zayed Award 2024, Megawati Diwawancarai Radio Vatikan

Namun kisah raja yang absen bukan pertama kali kita dengar. Abdikasi Raja Edward VIII dari United Kingdom untuk menikahi seorang janda sosialita dari Amerika Serikat, Wallis Simpson adalah salah satu contoh kasus teranyar.

Bedanya, Edward VIII turun dan digantikan oleh adiknya Raja George VI. Sehingga, absennya seorang pemimpin di pemerintahan Inggris tidak vakum begitu lama.

Yang terjadi pada Maroko kini mungkin seperti sebuah bom waktu. Dan yang bisa kita lakukan adalah menunggu.

Baca Juga: Dugaan Operasi Tangkap Tangan Gubernur Abdul Gani Kasuba, KPK Gelandang 3 Pejabat Maluku Utara ke Jakarta

(Monica JRwww.economist.com) ***

Berita Terkait