DECEMBER 9, 2022
Orbit Indonesia

Kebakaran Hebat di Kanada Akibatkan Lebih dari 20 Ribu Penduduk Yellowknife Mengungsi

image
kebakaran hutan di Yellowknife mengakibatkan lebih dari 20.000 orang penduduk mengungsi

 

ORBITINDONESIA.COM – Setelah Amerika Serikat, kebakaran hutan kembali terjadi kali ini di Kota Yellowknife, Kanada

Kebakaran hutan di Yellowknife ini bermula dari timbulnya asap hitam dari arah ibu kota wilayah barat laut yang penghuninya lebih sedikit.

Petugas pemadam kebakaran Yellow Knife sudah dikerahkan menuju lokasi kebakaran hutan untuk memadamkan api agar tidak cepat menyebar lebih luas lagi.

Baca Juga: 10 Orang Tewas Akibat Kecelakaan Pesawat N28JV di Malaysia, Ini Identitas Korban

Para pejabat setempat mengatakan bahwa api dan asap kebakaran tersebut bergerak lambat dari arah barat laut kota Yellowknife.

Namun, api dan asap tersebut berpotensi bisa sampai ke lokasi penduduk pada hari akhir pekan ini apabila daerah tersebut tidak turun hujan.

Informasi terkini menyebutkan bahwa api sudah berada di jarak 15 km (10 mil) dari pinggiran kota.

Baca Juga: Fakta Unik Shikamaru, Ninja Jenius dan Hokage Kedelapan di Manga Two Blue Vortex yang Jadi Penyelamat Naruto

Akibatnya, seluruh penduduk kota Yellowknife yang berjumlah lebih dari 20.000 orang berhasil dievakuasi menggunakan mobil dan pesawat.

Sementara pemerintah setempat sudah meluncurkan pengebom air yang terbang rendah diatas kobaran api tersebut.

Hal tersebut dilakukan supaya api tidak cepat menyebar ke pemukiman penduduk dan antisipasi apabila sampai hari Sabtu hujan tidak kunjung turun.

Baca Juga: Mengejutkan, Saldo Rekening Milik Teroris yang Bekerja Sebagai Karyawan di PT KAI Mencapai Miliaran Rupiah

"Hari-hari yang sangat sulit kedepan - dengan dua hari angin barat laut ke barat-barat laut pada hari Jum'at dan Sabtu, yang akan mendorong tembakkan ke arah Yellowknife," kata Dinas Pemadam Kebakaran setempat dikutip Orbitindonesia.com dari Facebook resminya 18 Agustus 2023.

Kebakaran yang terjadi di Provinsi Pasifik British Columbia ini terjadi dengan hebat dan sangat tidak biasa.

Pemerintah setempat segera memberikan peringatan kepada seluruh warganya untuk menghadapi krisis yang lebih ekstrem lagi.

Baca Juga: Inilah Wajah Luffy hingga Roronoa Zoro Versi Muda di Series One Piece Live Action Netflix

Direktur Dinas Pemadam Kebakaran setempat, Cliff Chapman, mengatakan krisis kemungkinan akan terjadi kurang dari 48 jam kedepan.

"Peristiwa cuaca ini berpotensi menjadi yang paling menantang selama 24 hingga 48 jam di musim panas dari sudut pandang kebakaran," kata Cliff kepada wartawan.

Cliff juga menambahkan, "Kami mengharapkan pertumbuhan yang signifikan dan kami mengharapkan sumber daya kami ditantang dari Utara ke Selatan."

Baca Juga: Terima Banyak Laporan Perundungan, Kemenkes Jatuhkan Sanksi untuk Pimpinan Tiga Rumah Sakit Ini

Untuk antisipasi itu, seluruh siswa sudah berbaris di depan sekolah mereka menunggu giliran untuk dievakuasi.

Pemerintah setempat sudah menyiapkan lima pesawat di bandara untuk membawa ratusan siswa tersebut.

Lima pesawat tersebut sudah disiapkan sejak Kamis untuk membawa para siswa dan warga setempat agar tidak menimbulkan korban.

Baca Juga: PAK PRESIDEN! Dompet Emak-emak Kian Kempes Setelah Harga Daging Ayam Sampai Sayuran Naik

Sebanyak lebih dari 20.000 penduduk rencananya akan segera diterbangkan ke provinsi tetangga yang lebih aman, Alberta.

Untuk menanggulangi hal itu, Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau, mengatakan bahwa dia sudah membentuk Kelompok Tanggap Insiden sejak Kamis.

Kelompok tersebut diisi oleh para Pejabat Senior dan Menteri setempat untuk membahas kebakaran tersebut.

Baca Juga: Profil Lengkap Kirei Na Hana Ramadhani, Anggota Paskibraka di Upacara HUT ke 78 RI di Istana Negara

Selain itu, pembentukkan kelompok ini juga bertujuan untuk mengantisipasi serta memberikan pertolongan pertama apabila terjadi krisis nantinya.

Kepada Canadian Broadcasting Corp, Menteri Pertahanan Setempat, Bill Blair, mengatakan bahwa pemerintah federal sudah melakukan segala cara yang terbaik.

Bill mengklaim bahwa pemerintah sudah memberikan pengawasan terhadap evakuasi yang dilakukan dengan cermat.

Baca Juga: Spoiler Drakor The First Responders Season 2 Episode 5, Misteri Mayat Kucing yang Bisa Jadi Teror Kejahatan

Bill juga mengatakan bahwa pemerintah sudah menyiapkan alternatif evakuasi jika jalur darat kota tersebut terputus oleh api nantinya.

Ini menjadi musim terburuk dalam sejarah Kanada, karena dalam satu musim saja sudah ada lebih dari seribu kasus kebakaran aktif di seluruh negeri.

Para ahli kemudian memperkirakan bahwa meningkatnya kasus kebakaran ini dipicu oleh perubahan iklim yang menyebabkan terjadinya kebakaran hutan.

Baca Juga: Manga Two Blue Vortex: Inilah Penampilan Perdana Shikamaru Nara sebagai Hokage kedelapan Gantikan Naruto

Kekeringan juga menjadi salah satu faktor paling umum sebagai penyebab meningkatnya intensitas kebakaran pada tahun ini.

Pejabat setempat mengatakan bahwa tingginya suhu yang terjadi di Kanada juga berpengaruh terhadap insiden kebakaran di tahun ini.

Selain itu, sebagian besar wilayah di Kanada sedang mengalami kekeringan yang tidak wajar.

Baca Juga: Prediksi Skor Pekan Ke 9 BRI Liga 1 Persis Solo Melawan Bali United, Waktunya Bangkit

Kebakaran yang terjadi di Kanada pada tahun ini mengakibatkan lebih dari 134.000 km persegi wilayah menjadi hangus.

Setidaknya hampir 200.000 penduduk di sana harus mengungsi. Peristiwa ini menjadi yang terburuk dalam kurun waktu sepuluh tahun ke belakang.

Akibat peristiwa kebakaran yang melanda Kanada, berpotensi mempengaruhi produksi industri dan energi di negara tersebut.

Baca Juga: Taklukkan PSM Makassar di Pekan ke 9 BRI Liga 1, Persebaya Surabaya Melesat Naik di Klasemen

Produksi minyak di wilayah tersebut juga terganggu dan menutup produksi minyak sebanyak lebih dari satu juta barel per hari.

Akibat kebakaran ini, Sejak 2016 membuat Kanada mengeluarkan lebih banyak dana untuk menekan angka kebakaran di negaranya dibandingkan menambah jumlah personel pemadan kebakaran ***

 

Berita Terkait