DECEMBER 9, 2022
Orbit Indonesia

Agung Baster: Kelakuan Selebritis yang Latah Akhirnya Membuat Pemerintah Pusing

image
Nagita Slavina, istri Raffi Ahmad, termasuk selebritis yang giat berjualan di online.

ORBITINDONESIA.COM - Dalam pepatah latin kuno ada istilah "Homo homini lupus" yang artinya manusia adalah serigala bagi sesama manusia lainnya. Yang maknanya, manusia yang lebih kuat akan memangsa manusia lainnya yang lebih lemah.

Seperti contohnya fenomena banyak pasar grosir tutup karena trend masyarakat sekarang beralih ke e-commerce (jual-beli online) yang lebih praktis, otomatis pedagang pasar yang terdesak terpaksa banting setir jualan online juga.

Sayangnya di ranah online ini mereka dihabisi oleh para selebritis yang ikut-ikutan banting setir jualan online. Para selebritis ini memanfaatkan keterkenalannya dan kekayaannya yang besar untuk mendominasi, bahkan kalau perlu memonopoli pasar sekalian.

Baca Juga: Dr Abdul Aziz: Narkoba dan Syariah

Bayangkan saja, kemarin saya melihat selebritis berjualan bawang goreng seharga 10-30 ribu rupiah, padahal di pasar atau di Superindo bawang goreng dengan ukuran sebegitu setahu saya dijual 15-50 ribuan.

Selain itu, saya lihat juga banyak selebritis nasional lainnya yang berjualan sembako dengan harga yang juga jauh di bawah harga pasar.

Tentunya harga yang murah ini karena mereka punya koneksi ke pabrik, atau beli dengan kuantitas sangat besar, atau nekad melakukan subsidi silang (jual rugi) agar viral. Dan hal ini semakin mudah karena mereka memang seorang tokoh publik yang sudah dikenal luas masyarakat.

Hal ini tentunya membuat lapak pedagang biasa menjadi sepi, karena semua orang beralih ke lapak para selebritis ini. Hal ini diperparah dengan algoritma platform semacam tik-tok itu yang memang dirancang untuk selalu mengutamakan tayangan para selebritis terkenal ini ketimbang orang biasa yang tak terkenal.

Baca Juga: Profil Seohyun, Pemeran Nam Hee Shin Dalam Drakor Song of The Bandits, Artis yang Juga Anggota Grup SNSD

Praktik semacam ini sebenarnya tidak etis, tapi tampaknya para selebritis Indonesia ini tak peduli dengan yang namanya etika dan moralitas.

Selama hal itu menguntungkan, mereka akan terjun ke sana, seperti juga tren-tren latah selebritis yang mendadak jadi youtuber, atau mendadak jadi vloger, sekarang mendadak jadi penjual sembako.

Para selebritis ini ngotot beralasan apa yang mereka lakukan ini adalah hal yang halal dan tidak melanggar hukum, jadi tentunya tak boleh dilarang-larang. Dan hal ini juga didukung banyak masyarakat lainnya yang juga beralasan bahwa para pedagang biasa itu menjual barang dengan harga yang kemahalan, berbeda dengan para selebritis ini.

Semua hal ini akhirnya membuat para pedagang sembako biasa dan grosir ini protes ke ke pemerintah, karena hal ini merupakan ancaman serius bisnisnya.

Baca Juga: Dari 20 Dipangkas Jadi 9 Episode Drakor Song of The Bandits Menuai Beragam Komentar Netizen: Padahal Seru

Pemerintah kemudian merespon dengan menutup semua jenis jualan online di Tik-tok, karena hal ini memang bakal jadi ancaman bagi pedagang sembako grosir dan biasa.

Padahal para pedagang sembako grosiran dan biasa ini adalah pengerak roda ekonomi dan distribusi. Sedangkan para selebritis itu jualannya musiman karena profesi mereka memang bukan jualan sembako.

Tapi kemudian muncul lagi masalah baru. Para konten kreator dan UMKM kreatif yang bukan jualan sembako protes, karena penutupan akses jualan di Tik-tok ini justru berdampak merugikan mereka juga. Padahal mereka memang harus memasarkan konten dan produk mereka melalui Tik-tok.

Dalam hal ini akhirnya pemerintah bingung sendiri. Karena kelakuan norak para selebritis kita yang tak tahu etika, akhirnya membuat kebijakan apapun yang diambil pemerintah pasti akan merugikan banyak orang.

(Oleh: Agung Baster) ***

Berita Terkait