DECEMBER 9, 2022
Humaniora

Kilas Balik Jejak Langkah Satupena Jawa Timur Beserta Koordinatornya Akaha Taufan Aminudin

image
Akaha Taufan Aminudin, Koordinator Satupena Jawa Timur (Foto: Satupena Jatim)

ORBITINDONESIA.COM -  Akaha Taufan Aminudin ditetapkan sebagai Koordinator Perkumpulan Penulis Indonesia Satupena Jawa Timur  bersama 33 koordinator provinsi lainnya se-Indonesia.

Pelantikan dilakukan secara virtual oleh Ketua Umum Satupena Pusat Denny JA di Jakarta, 9 Februari 2022, yang bertepatan dengan Hari Pers Nasional (HPN).

Menjadi inspirator dapat dilakukan melalui karya sastra. Seperti yang dilakukan oleh Drs. Akaha Taufan Aminudin alumni Unisma Malang. Ia tercatat sebagai mahasiswa pada tahun 1985 pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, mengakhiri masa pendidikannya pada tahun 1990.

Baca Juga: Diskusi Satupena, Satrio Arismunandar: Transisi dari Energi Fosil Menghadapi Tantangan Infrastruktur dan Investasi

Pria kelahiran Batu, Jawa Timur 26 April 1963 dari pasangan Alm. Drs. Misnadin As’ary dan Alm. Rr. Binti Aminah, lahir sebagai anak kedua dari enam bersaudara, mengaku tak pernah berencana menjadi penyair.

Awalnya dia berkenalan dengan dunia sastra secara tidak disengaja, sering membenamkan diri dalam tulisan-tulisannya. Kegemarannya pada sastra, sudah mulai tampak sejak ia masih duduk di bangku sekolah menengah pertama.

Ia sudah aktif mengisi dan menulis di Majalah Dinding dan sebagai ketua Osis atau ketua PPTS (Persatuan Pemuda Taman Siswa), Saat ini ia tergabung dalam Himpunan Penulis Pengarang dan Penyair Nusantara (HP3N).

Baca Juga: Diskusi Satupena, Eko Sulistyo: Pemilu Global 2024 Bisa Pengaruhi Transisi Energi Fosil di Banyak Negara

Karya-karyanya berupa artikel, esai, puisi dan sudah dipublikasikan dimuat dikoran terbitan Surabaya, Surya, Singgalang, Swadesi, Minggu Pagi, Mimbar, Nusa Tenggara Post, Analisa, Bhirawa, Majalah You Inc, Taruna Baru, Karya Dharma, Simponi, Majalah Variasi Malaysia, Majalah Keluarga Malaysia dan berbagai media cetak lainnya.

Selama pengabdiannya di dunia sastra, sudah banyak karya yang ditelurkannya, antara lain: Negeri Korupsi Tanpa Basa-Basi, Dekap-Dekaplah Jepang, Batu Kota Wisata, Kulihat Wajah Ibu, Terbang Tinggi Dan Pergi Abadi. Antologi Puisi Kemerdekaan (Studio Sastra Kreatif Batu), Antologi Puisi ‘Janji Abadi’ (Studio Sastra Kreatif Batu).

Antologi ‘Sajak Cinta Lima Sosok’ (Forum Dialog Sastra Batu), Antologi Puisi ‘Derap’ HP3N Jatim (diterbitkan HP3N Studio Sastra Batu), antologi puisi XII Program Persahabatan Indonesia Amerika (PPIA) Surabaya. Antologi Puisi ‘Kebangkitan Nusantara” (Studio Sastra Kreatif Batu).

Baca Juga: Perkumpulan Penulis Satupena Akan Diskusikan Malari 1974 dan Arah Demokrasi Indonesia Saat Ini

Antologi Puisi ‘Kebangkitan Nusantara II’ (Studio Sastra Kreatif Batu), Antologi Puisi ‘BANGKIT III’ (Studio Sastra Kreatif Batu,), Antologi Puisi ‘Sempalan’ (Komunitas Sastra Malang,), Antologi Puisi ‘Nuansa Hijau” (Bunga Rampai, Bogor,),

Antologi Puisi ‘Refleksi Setengah Abad Indonesia’ (Taman Budaya Surakarta Solo), buku puisi ‘Dari Negeri Poci 3’ (Penerbit Tiara Jakarta,), Buku Puisi ‘Luka di Atas Luka’ (diterbitkan Pustaka Pelajar Jogjakarta dan Aveross,).

Bahkan yang tak kalah fenomenal, karyanya diabadikan dalam sebuah buku puisi dan diterbitkan oleh amazon.com yang merupakan sebuah perusahaan yang berkantor pusat di Seattle, Washington  Amerika Serikat.

Baca Juga: Diskusi Satupena, Zainal C. Airlangga: Malari 1974 Bukan Cuma Dipicu Faktor Dalam Negeri, Tetapi Juga Faktor Global

Puisinya dicetak dalam dua bahasa Inggris Indonesia yaitu: Along Rocky Path, Tokyo (Sepanjang Jalan Batu Tokyo), Pay For Pain The Flag (Membayar Derita Mengibarkan Bendera), The City Faces (Wajah-wajah Kota), A Cup Of Tea In Tokyo (Secangkir The Di Tokyo), Move In Sakura (Aku Bergerak Di Sakura), Wounds on Wounds ( Luka Di Atas Luka)

Buku lainnya, “Jangan Biarkan Tanahku Hilang” (Penerbit Kayu Tangan Malang), ”Akulah Musi” Antologi Puisi Pertemuan Penyair Nusantara.V-Palembang (Penerbit Dewan Kesenian Sumatera Selatan), Seri Dokumentasi Sastra Antologi Puisi Pendhapa 14 Requiem bagi Rocker  (diterbitkan Taman Budaya Jawa Tengah bekerjasama dengan Forum Sastra Surakarta), Merindu Rasul dalam Sajak (Penerbit Seruni).

Biografi Akaha Taufan Aminudin juga tercantum dalam Buku Pintar Sastra Indonesia yang dieditori oleh Pamusuk Eneste dan diterbitkan Kompas, Jakarta (Mei 2001).

Baca Juga: Diskusi Satupena, Satrio Arismunandar: Malari 1974 Penting Dikaji Karena Masih Relevan dengan Kondisi Indonesia Sekarang

Biografi Akaha juga ada dituliskan dalam Leksikon Susastra Indonesia yang dieditori oleh Korrie Layun Rampan dan diterbitkan Balai Pustaka, Jakarta (2000).

Akaha Taufan Aminudin pernah membacakan karya puisinya di beberapa kota, antara lain Lamongan, Blitar, Ngawi, Malang, Sidoarjo, Surabaya, Surakarta, dan Jakarta.

“Saya juga mampir ke rumah Iwan Fals berbincang masalah kritik sosial, dan menemui A.Riyanto seorang pencipta lagu yang terkenal dan ramah, saya diterima dengan baik. Srimulat juga menerima saya dengan baik, di antaranya Tarsan, Timbul, Nurbuat, Rohana dan diundang khusus menikmati rujak cingur Oleh mendiang Asmuni,” kenang Akaha mengenai perjalanan panjangnya.

Baca Juga: Cendekiawan Asal Flores NTT Ignas Kleden Dikabarkan Meninggal: SATUPENA Turut Berduka

Pada Program Persahabatan Abad XXI Indonesia Jepang, Asean Component di Jepang selama satu bulan diundang membacakan karya puisinya, antara lain di kota Tokyo, Shizuoka, dan Hiroshima. 200 judul puisinya juga pernah dibedah dan dibahas di Vemy University, Perancis.

Sederet penghargaan pun juga diraihnya, antara lain menjadi pemenang dalam lomba cipta puisi tingkat nasional yang diadakan HS Wanra Sidoarjo dengan judul puisi “Janji Abadi”, dan “Jiwa Bangsa Indonesia”.

Menjadi juara pertama Lomba Cipta Puisi Indonesia Emas yang diselenggarakan oleh Majalah You Inc., Jakarta.

Puisinya “Luka di Atas Luka” merupakan juara pertama lomba tingkat nasional yang diselenggarakan Organisasi Sahabat Pena Indonesia (OSPI), Jakarta.

Perjalanan keliling Jawa-Bali selama 4 (empat) bulan dengan mengunjungi 40-an kota dan mengunjungi seniman ibu kota membawa bendera kampus Unisma bertajuk “Unisma Getar Kehidupanku, Getar Kehidupan Negeriku”.

Akaha Taufan Aminudin berpesan untuk generasi saat ini untuk terus semangat berkarya dimasa muda, proses jati diri harus ditempuh agar hidup penuh makna.

Akaha Taufan Aminudin mendoakan semoga Unisma Malang menjadi Perguruan Tinggi yang turut membangun Indonesia dan dunia dalam segala sektor. Dan mengharapkan pada para penulis dan sastrawan di Jawa timur memiliki potensi besar harus di landasi hati dan jiwa yang baik berjiwa besar. 

“Hanya keberanian dan kesungguhan yang mengantar kesuksesan,” tegasnya. 

Denny JA mengatakan, para koordinator Satupena di 34 provinsi diharapkan sedini mungkin segera mengembangkan WhatsApp Group (WAG) penulis di provinsi masing- masing.

Di setiap provinsi diupayakan terkumpul sekitar 100 penulis. Kemudian membuat kegiatan yang menumbuhkan komunitas penulis di provinsi masing- masing.

“Kegiatan pertama yang saya minta adalah deklarasi pengurus Satupena provinsi, dalam acara Buku dan Musik. Penulis berkaitan dengan buku. Karena itu, alam deklarasi perlu ada acara bedah buku, baca puisi diselingi live music,” katanya.

Ia menambahkan, deklarasi ini semacam pemberitahuan di provinsi bersangkutan sudah hadir komunitas penulis lengkap dengan pengurusnya.

Menurut Denny, penetapan para koordinator Satupena di 34 provinsi itu merupakan kebutuhan mendesak.

Hal ini karena pengurus Satupena harus segera menjalankan roda organisasi dan pengembangan organisasi lewat penerimaan anggota baru. Apalagi minat sejumlah kalangan penulis untuk bergabung dengan Satupena sangat tinggi.

Akaha Taufan Aminudin menambahkan, selain dirinya para koordinator Satupena provinsi lainnya adalah Deknong Kemalawati (Aceh Darussalam), H. Abdul Kadir Ibrahim Kepulauan Riau, Satria Utama Batubara (Riau), Sastri Bakry (Sumatera Barat), Anwar Putra Bayu (Sumatera Selatan), Edy Samudra Kertagama (Lampung), Putra Agung (Jambi), Rita Orbaningrum (Bangka Belitung), Elvi Ansori (Bengkulu), dan Shafwan Hadi Umry (Sumatera Utara).

Di samping itu, ada Gunoto Saparie  (Jawa Tengah), Dhenok Kristianti (DI Yogyakarta), Antonius Wagiyo Topo Aji (Jawa Barat), Nia Samsihono (DKI Jakarta), DC Aryadi (Banten), Zulkifli (Kalimantan Barat), Paul Diman (Kalimantan Tengah), Sunarto Sastrowardojo (Kalimantan Timur), Muhammad Arbain (Kalimantan Utara), Muhammad Firhansyah (Kalimantan Selatan), Ni Komang Ratnawati Giri (Nusa Tenggara Barat), Robertus Fahik (Nusa Tenggara Timur), dan I Nengah Suardhana (Bali)

Sedangkan Hamri Manoppo (Sulawesi Utara), Ihyauddin Jazimi (Gorontalo), Rusdin Tompo (Sulawesi Selatan), Uniawati (Sulawesi Tenggara), Laila Kurniawaty (Sulawesi Tengah), Syuman Saeha (Sulawesi Barat), Rahmat Abdul Fatah (Maluku Utara), Anang Budiono (Papua Barat), Harley Seipattiratu (Maluku), dan John Manangsang Wally (Papua). 

Para koordinator provinsi di bawah koordinasi para koordinator pulau yang terdiri Anwar Putra Bayu (Sumatera), Dhenok Kristianti (Jawa), Muhammad Thobroni (Kalimantan), I Wayan Suyadnya (Bali, NTB, dan NTT), Hamri Manoppo (Sulawesi Utara), dan FX Purnomo (Papua dan Maluku).st 

Persatuan Penulis Indonesia SATUPENA JAWA TIMUR telah menempati dan memiliki Sekretariat di jalan Abdul Jalil 2 sisir kota Batu kode pos 65314, Selatan Alun alun Kota Wisata Sastra Budaya BATU, di jantung kota Batu. 

Membangun Organisasi Penulis di Jawa Timur, yang memiliki potensi para penulis dan penyair, maka kehadiran Satupena yang lebih eksis sangat diperlukan Sekretariat tetap.

Sehingga Para pengurus yang telah terbentuk akan lebih baik membuat program kerjanya. Program kerja jangka pendek SATUPENA JAWA TIMUR adalah persiapan Deklarasi. 

Melalui seleksi yang cukup cerdas dan berhasil membentuk Pengurus SatuPena Jawa timur. Selanjutnya membuat WAG SatuPena Jatim dan antusias para penulis dan penyair sastrawan menyambut sangat positif dan sudah tersusun para pengurus SatuPena Jatim untuk di deklarasikan.

Dalam rangka Persiapan Deklarasi Pengurus SatuPena Jawa Timur menggandeng Dewan Kesenian Kota Batu dengan menampilkan Pengurus SatuPena Jatim sebagai Pemantik Jagongan Sastra. (24 Mei 2022)

Drs.Akaha Taufan Aminudin
Ketua Umum Persatuan Penulis Indonesia SatuPena Jawa Timur Indonesia.

Yani Andoko SH.
Sekretaris Jendral Persatuan Penulis Indonesia SatuPena Jawa Timur  Indonesia.

Syamsu S.Soeid
Humas & Publikasi Persatuan Penulis Indonesia SatuPena Jawa Timur  Indonesia.

Pengurus SatuPena JawaTimur di jadikan Nara Sumber dalam Sarasehan Kebudayaan Tahun 2022 dengan Thema :

"Upaya Percepatan Pemajuan Kebudayaan Daerah Kota Batu pada Kamis 30 Juni 2022"

Persatuan Penulis Indonesia SATUPENA JAWA TIMUR para pengurusnya terlibat aktif mendorong percepatan kemajuan kebudayaan. Menuju BATU Kota Wisata Sastra Budaya.

Para Pengurus SatuPena JawaTimur yang menghadiri Sarasehan Kebudayaan Tahun 2022 :
1. Dr. Slamet Hendro Kusumo  SH. MM. (Penasehat)
2. Drs. Akaha Taufan Aminudin  (Koordinator)
3. Yani Andoko  (Sekretaris)
4.: Syamsu Soeid  (Humas)
5. Haji Abd Shomad  (Seni Tradisi)

Satupena, Organisasi Penulis yang didirikan tahun 2017 dan menggelar rapat anggota tahunan, 31 maret 2022. Ini adalah rapat anggota tahunan pertama organisasi ini dibawah kepemimpinan Denny JA, yang terpilih secara aklamasi tahun lalu, menggantikan Ketum lama, Dr Nasir Tamara. 

Sejak terpilih Denny JA melakukan banyak gebrakan: penyelenggaraan webinar mingguan, penerbitan 100 buku paling berpengaruh, talksow, penyelenggaraan diskusi buku dan music, dan terakhir, yang amat penting, pendirian organisasi  penulis Satupena di 34 provinsi. 

Apa yang hendak dicapai dengan kerja masif seperti ini ? Bagaimana syarat agar seseorang bisa masuk dalam organisasi  ini?  Mungkinkah organisasi Satupena bisa menjadi wadah para penulis untuk memperjuangan aspirasi dan kepentingan penulis di tanah air?

Perbincangan, dalam pertemuan pengurus SatuPena Pusat Denny JA melalui Link zoom: Dan Livestreaming:
Youtube Channel: Hati Pena TV
Facebook Channel: Perkumpulan Penulis Indonesia – Satupena

Membangkitkan kembali sastra Jawa Timur di mulai di Kota Batu, Acara Hari Puisi Indonesia ke-10 dan direncanakan Deklarasi Persatuan Penulis Indonesia SATUPENA JAWA TIMUR. 
Ketua Persatuan Penulis Indonesia SATUPENA Pusat Jakarta Bapak Denny JA, bersiap pengukuhan Deklarasi SATUPENA JAWA TIMUR 

Deklarasi nanti, Pengurus SatuPena Pesta Baca Puisi. Diharapkan Baca Puisi, Koordinator SATUPENA Jawa Mbak Dhenok Kristianti dan juga sebagai Koordinator SatuPena DIY Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Baca Puisi Ibu Hj. Dra. Dewanti Rumpoko, Walikota Batu. ***

 

Sumber: Satupena Jawa Timur

Berita Terkait