DECEMBER 9, 2022
Puisi

Puisi Akmal Nasery Basral: Prelude Sebuah Pantai

image
Akmal Nasery Basral (Foto: Antara)

ORBITINDONESIA.COM - Mendung bergayut di cakrawala 
hingga kaki langit
mata badai bergulung
menuju pantai

sebuah istana pasir mendongak tegak
menunggu dilamun ombak

tak menyadari makhluk di sekitarnya
menghilang mencari perlindungan:
sipur marmer cone, kepiting,  kerang, ular, hingga para nelayan yang bergegas pulang

Baca Juga: Akmal Nasery Basral: BUHTAN

menjauh dari samudera
yang mulai menggelegak

Mercu suar berteriak kepada istana pasir, "Tak perlu terus berdiri tegak menantang alam. Kembalilah pada posisimu sebelumnya dalam pelukan pantai. Ini badai terbesar yang akan kau hadapi dan tak pernah akan kau menangkan, Kawan."

Istana pasir menjawab pongah, "Aku tahu aku tak akan menang. Aku hanya ingin dikenang sebagai istana pasir paling berani dalam sejarah, meski tak ada lagi mereka yang dulu membangunku dan kini satu persatu pergi meninggalkanku."

Baca Juga: Diskusi SATUPENA, Akmal Nasery Basral: Ada Pandangan Berbeda Tentang Kesetaraan Antara Sejarah dan Sastra Perang

Cibubur, 4 Februari 2024

Akmal Nasery Basral ***

Sumber: Medsos WhatsApp

Berita Terkait