DECEMBER 9, 2022
Humaniora

Kementerian Agama Sumatra Utara: Daftar Tunggu Haji Capai 20 Tahun

image
Arsip foto - Jamaah melakukannya tawaf mengelilingi Ka'bah di Masjidil Haram, Mekkah, Arab Saudi, Rabu (3/8/2022). (Dok ANTARA)

ORBITINDONESIA.COM - Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sumatra Utara menyebut, daftar tunggu jamaah calon haji mencapai 20 tahun.

"Untuk Sumatra Utara 'waiting list' jamaah haji kita itu sekitar 20 tahun," ucap Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Sumut, Zulfan Efendi di Medan, Jumat, 16 Februari 2024.

Menurutnya, kuota haji reguler Sumatra Utara sebanyak 8.328 orang setiap tahunnya, maka terdapat sekitar 160 ribu lebih jamaah dari 33 kabupaten/kota di Sumut.

Baca Juga: Menko Muhadjir Effendy Punya Ide: Warga Indonesia Hanya Boleh Naik Haji Satu Kali

Semua jamaah calon haji asal Sumatra Utara telah diatur dalam sistem informasi dan komputerisasi haji terpadu (siskohat) Kemenag RI.

Kemudian masyarakat yang ingin mendaftar haji bisa menggunakan secara daring melalui aplikasi Pusaka Super Apps milik Kementerian Agama.

Data Kanwil Kemenag Provinsi Sumatra Utara menyebut kuota haji reguler pada 2024 sebanyak 8.328 orang terdiri atas jemaah 7.815 orang, lanjut usia 416 orang, petugas haji daerah 66 orang, dan pembimbing kelompok bimbingan ibadah haji dan umrah 31 orang.

Baca Juga: HOT, Ibadah Haji bakal hanya Sekali Seumur Hidup, Menag: Kami Bahas Bersama DPR

"Ya, selama 20 tahun untuk Sumatra Utara kurang lebih masa tunggu karena kuota kita 8.328 orang," katanya.

Pihaknya mengakui bahwa jamaah calon haji Sumatra Utara yang berangkat menunaikan rukun Islam terakhir tersebut sudah ditentukan lewati sistem.

Kanwil Kemenag Sumatra Utara mengimbau seluruh jemaah calon haji agar bersabar menunggu giliran ke tanah suci setiap tahun, dan tidak berkecil hati dengan kebijakan pemerintah.

Baca Juga: Menag Yaqut Cholil Qoumas Akan Berangkat ke Saudi untuk Teken MoU Penyelenggaraan Ibadah Haji

"Artinya jika mendaftar tahun ini, maka baru bisa diberangkatkan paling cepat tahun 2043 atau 2044," tutur Zulfan. ***

Sumber: Antara

Berita Terkait