Menghadapi Transformasi Digital: Strategi Merek di Era TikTok dan Instagram

ORBITINDONESIA.COM – Di tengah perubahan perilaku digital, merek harus beradaptasi agar tetap relevan. TikTok dan Instagram kini mendominasi interaksi digital, menantang strategi pemasaran tradisional.

Engagement media sosial menurun dan pola pencarian konsumen bergeser. TikTok, Instagram, dan layanan streaming mengubah cara konsumen berinteraksi dengan merek. Bagaimana strategi pemasaran dapat menyesuaikan diri dalam lanskap digital yang terus berkembang?

DataReportal menunjukkan penurunan jangkauan iklan TikTok di Asia Tenggara, sementara Instagram mengalami peningkatan. Konsumsi video pendek melonjak, dengan TikTok dan YouTube Shorts bersaing ketat. Strategi pemasaran perlu mengintegrasikan media sosial dan e-commerce untuk mempertahankan pangsa pasar.

SEO tradisional tak lagi cukup. Merek harus hadir di platform sosial, membangun kehadiran autentik, dan berkolaborasi dengan influencer. Strategi berbasis data menjadi penting untuk memahami pola perilaku audiens dan menyesuaikan pendekatan pemasaran.

Merek di Asia Tenggara harus mengadopsi strategi omnichannel dan terus bereksperimen dengan format baru. Dengan pendekatan berbasis data, merek dapat membangun loyalitas dan meningkatkan konversi di era digital yang terus berkembang.

(Orbit dari berbagai sumber, 21 Agustus 2025)