Kerala dan Hak untuk Memutuskan Koneksi: Langkah Berani Menuju Kebebasan Kerja
ORBITINDONESIA.COM – Tragedi kematian Anna Sebastian Perayil mengungkap sisi gelap budaya kerja 'selalu aktif' yang mengancam kesehatan mental dan kehidupan pribadi karyawan.
Budaya kerja yang menuntut karyawan untuk terus terhubung setelah jam kerja resmi telah menjadi norma, mendorong Kerala untuk mengambil langkah legislatif pertama di India. Ini terjadi setelah kematian tragis Anna Sebastian Perayil yang memicu perdebatan nasional tentang batasan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.
Kerala Right to Disconnect Bill 2025, yang diajukan oleh MLA Dr N Jayaraj, bertujuan untuk memberikan hak bagi karyawan sektor swasta untuk mengabaikan komunikasi kerja di luar jam kantor. Langkah ini didorong oleh kekhawatiran akan dampak kesehatan mental dari budaya kerja 'selalu aktif', yang juga menjadi perhatian global seperti yang diungkapkan oleh World Economic Forum.
Upaya Kerala ini tidak hanya tentang reformasi tempat kerja, tetapi juga tentang menegakkan hak asasi manusia dasar di era digital. Hak untuk beristirahat dan menikmati waktu senggang harus diakui sebagai hak fundamental, terutama ketika batasan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi semakin kabur.
Kerala membuka jalan bagi perdebatan nasional tentang hak memutuskan koneksi dari pekerjaan. Apakah langkah ini cukup untuk mengubah budaya kerja di India? Atau akankah lebih banyak negara bagian mengikuti jejak Kerala dalam melindungi kesejahteraan mental karyawannya?
(Orbit dari berbagai sumber, 29 September 2025)