Fenomena Quiet Firing: Risiko Tersembunyi di Tempat Kerja
ORBITINDONESIA.COM – Quiet firing bukanlah sekadar isu kecil di ruang kerja. Ini adalah praktik destruktif yang bisa merusak moral tim dan menimbulkan risiko hukum bagi perusahaan.
Quiet firing terjadi ketika karyawan merasa terpojok untuk keluar tanpa ada pemecatan formal. Praktik ini bisa muncul di lingkungan kerja yang menghindari konflik atau kurang keterampilan umpan balik.
Dalam survei UK 2024 oleh Irwin Mitchell, 90% karyawan tidak mengenal quiet firing, meski banyak mengalami gejalanya. Data menunjukkan bahwa 23% karyawan perempuan merasa diabaikan oleh manajer mereka.
Quiet firing menciptakan ketidakpastian di lingkungan kerja. Ketika umpan balik berhenti dan pengakuan menjadi selektif, kepercayaan terhadap kepemimpinan memudar.
Sistem yang tidak jelas dan manajer yang tidak siap harus dihadapi. Penting bagi para pemimpin HR untuk menciptakan budaya dialog terbuka dan transparan demi keberlanjutan organisasi.
(Orbit dari berbagai sumber, 1 Oktober 2025)