CompAI: Mengapa Startup Ini Memilih Kerja Kantor di Era Digital?

ORBITINDONESIA.COM – CompAI, startup AI yang berbasis di New York, memicu kontroversi dengan kebijakan kerja kantornya yang kaku di tengah tren global menuju fleksibilitas kerja.

CompAI, startup yang berkembang pesat, baru-baru ini mengumumkan bahwa mereka hanya akan mempekerjakan karyawan yang bisa bekerja lima hari seminggu dari kantor. Kebijakan ini menimbulkan perdebatan di kalangan pekerja teknologi, terutama karena tren global saat ini cenderung mendukung fleksibilitas dan kerja jarak jauh.

CompAI mengklaim bahwa kolaborasi langsung di kantor mempercepat inovasi dan membangun budaya yang kuat. Hal ini sejalan dengan pengalaman pendiri mereka, Claudio Fuentes, yang melihat bagaimana ruang kerja bersama bisa meningkatkan produktivitas dan loyalitas. Data menunjukkan bahwa interaksi spontan di kantor dapat memicu ide-ide kreatif yang mungkin terhambat dalam pengaturan kerja jarak jauh.

Pandangan Fuentes bahwa lingkungan kerja fisik lebih mendukung koneksi manusia dan inovasi mungkin relevan, tetapi tidak semua setuju. Banyak pekerja teknologi menilai fleksibilitas kerja sebagai faktor penting untuk kesejahteraan dan produktivitas. Tantangan bagi CompAI adalah menyeimbangkan kebutuhan inovasi dengan ekspektasi modern akan fleksibilitas.

Kebijakan CompAI menggarisbawahi dilema antara tradisi kantor dan fleksibilitas modern. Apakah pendekatan ini akan menjadi keunggulan kompetitif atau justru menghambat talenta potensial? Masa depan akan menunjukkan apakah kerja kantor adalah langkah maju atau langkah mundur dalam dunia kerja digital.

(Orbit dari berbagai sumber, 31 Oktober 2025)