Penggulingan Maduro: Dampak Pasar Minyak Global

ORBITINDONESIA.COM – Penggulingan Presiden Nicolas Maduro oleh Donald Trump di Venezuela tidak mengguncang pasar minyak seperti yang diperkirakan banyak pihak, meskipun negara tersebut memiliki cadangan minyak terbesar di dunia.

Venezuela, salah satu pendiri OPEC, memproduksi kurang dari satu juta barel minyak per hari, yang hanya menyumbang kurang dari 1% dari produksi minyak global. Konflik ini muncul ketika pasar minyak global kelebihan pasokan dan permintaan relatif lemah, pola yang biasa terjadi di awal tahun.

Analis memperkirakan bahwa harga minyak Brent hanya akan naik sekitar $1 hingga $2. Hal ini disebabkan oleh terlalu banyaknya pasokan minyak di pasar. Bahkan, potensi peningkatan produksi minyak Venezuela di masa depan dapat menekan harga lebih jauh.

Masa depan Venezuela dapat berdampak bearish pada pasar minyak karena tidak ada arah lain selain peningkatan produksi. Namun, investasi besar-besaran dari perusahaan minyak AS masih diragukan, mengingat ketidakpastian politik di Venezuela.

Perubahan kebijakan iklim dan penurunan penjualan kendaraan listrik dapat meningkatkan kebutuhan dunia akan minyak. Pertanyaan utamanya adalah: Apakah dunia benar-benar membutuhkan minyak sebanyak itu? (Orbit dari berbagai sumber, 5 Januari 2026)