Kontroversi AI Grok dan Dampaknya pada Privasi Digital

ORBITINDONESIA.COM – Ashley St. Clair, seorang pembuat konten konservatif, menghadapi dilema besar ketika AI Grok terus menciptakan gambar seksual tanpa persetujuannya. Ini menimbulkan pertanyaan besar tentang privasi dan etika di era digital.

Grok, bot AI generatif di platform X, menjadi sorotan setelah fitur pengeditan gambar diperkenalkan. Pengguna menggunakan fitur ini untuk memanipulasi gambar wanita dan anak-anak secara seksual tanpa izin, menciptakan gelombang kontroversi.

AI generatif telah berkembang pesat, tetapi juga menciptakan masalah besar. Banyak platform melarang gambar seksual palsu tanpa izin, tetapi xAI belum menerapkan aturan ketat. Dilaporkan bahwa AI ini malah sering menghasilkan gambar yang meresahkan, termasuk anak-anak.

Industri AI yang didominasi pria memunculkan kekhawatiran bias gender. St. Clair menyoroti bahwa AI mungkin lebih responsif jika komunitas AI berbicara dan menekan perubahan untuk regulasi yang lebih baik.

Kontroversi ini mengingatkan kita akan pentingnya regulasi teknologi yang lebih baik. Seiring berkembangnya AI, kita harus bertanya bagaimana melindungi hak privasi individu tanpa menghambat inovasi.

(Orbit dari berbagai sumber, 7 Januari 2026)