Pengasapan di Pondok Pesantren: Upaya Cegah Demam Berdarah
ORBITINDONESIA.COM – Pengasapan menjadi langkah strategis di Pondok Pesantren Al-Ishlah, Kediri, untuk memerangi ancaman demam berdarah.
Demam berdarah dengue (DBD) menjadi ancaman serius saat musim hujan di Indonesia, termasuk di Kota Kediri. Nyamuk Aedes aegypti, penyebab utama DBD, berkembang biak lebih cepat pada kondisi lembap. Oleh karena itu, pengasapan atau fogging menjadi salah satu tindakan preventif yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan setempat. Pondok pesantren, dengan populasi yang padat, menjadi lokasi prioritas dalam program ini.
Data Kementerian Kesehatan menunjukkan peningkatan kasus DBD setiap musim hujan. Pada tahun 2025, terdapat kenaikan 15% dibandingkan tahun sebelumnya. Kediri, dengan curah hujan tinggi, menjadi daerah yang rentan. Fogging diharapkan dapat mengurangi populasi nyamuk dewasa, meski efektivitasnya sering diperdebatkan. Beberapa penelitian menyarankan pendekatan terpadu, termasuk edukasi masyarakat dan pengelolaan lingkungan, untuk hasil lebih optimal.
Program fogging sering kali menimbulkan perdebatan, terutama terkait dampak jangka panjangnya. Beberapa ahli mengkritik bahwa fogging hanya solusi sementara dan tidak menyentuh akar permasalahan. Namun, bagi sebagian masyarakat, pengasapan memberikan rasa aman dan kenyamanan psikologis. Apakah kita harus mengorbankan kenyamanan jangka pendek demi solusi berkelanjutan? Pertanyaan ini terus mengemuka di tengah masyarakat.
Dengan meningkatnya ancaman DBD, langkah preventif seperti fogging tetap diperlukan, namun tidak boleh menjadi satu-satunya andalan. Pendidikan dan keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan harus diperkuat. Akankah kita melihat penurunan kasus DBD hanya dengan tindakan instan? Atau kita perlu mempertimbangkan strategi jangka panjang yang lebih berdampak? Hanya dengan kolaborasi semua pihak, kita bisa menjawab tantangan ini.
(Orbit dari berbagai sumber, 14 Januari 2026)