Kaya Beralih ke Aset Nyata: Tren Emas di Era Inflasi

ORBITINDONESIA.COM – Di tengah tekanan inflasi global dan pencetakan uang masif, para investor kaya beralih dari uang tunai ke aset nyata seperti emas, menurut manajer dana Rishabh Nahar.

Dalam era ketidakpastian ekonomi, banyak investor mencari cara untuk melindungi kekayaan mereka dari inflasi yang melonjak. Dengan nilai mata uang yang tergerus, aset nyata menjadi pilihan yang lebih menjanjikan. Fenomena ini memicu pergeseran signifikan dalam strategi investasi global.

Rishabh Nahar, seorang manajer dana berusia 32 tahun, mengungkapkan bahwa strategi investasi berbasis data dapat mengungguli pasar. Mengelola dana sebesar 350 crore, ia menekankan pentingnya alokasi aset 'all-weather' untuk membangun portofolio yang tangguh. Mengikuti jejak para legenda investasi seperti Jim Simons, Rishabh mengadopsi pendekatan kuantitatif untuk mengurangi ketidakpastian dan keberuntungan dalam keputusan investasi.

Di era digital, pengalaman tidak lagi hanya dihitung dari usia. Rishabh menunjukkan bagaimana teknologi dan analisis data dapat menggantikan intuisi dan subjektivitas dalam investasi. Dengan belajar dari kesuksesan dan kegagalan orang lain, investor muda dapat melewati kurva pembelajaran yang panjang dan mengoptimalkan keuntungan mereka.

Menghadapi masa depan ekonomi yang tidak menentu, investor perlu mempertimbangkan diversifikasi aset. Seperti yang ditunjukkan oleh Rishabh, memahami data dan tren pasar bisa menjadi kunci sukses investasi. Apakah Anda siap mengubah strategi investasi Anda untuk menghadapi tantangan ekonomi global?

(Orbit dari berbagai sumber, 6 Februari 2026)