Israel Tepi Barat: Konflik, Klaim, dan Kontroversi

ORBITINDONESIA.COM – Rencana Israel mencaplok Tepi Barat memicu gelombang protes internasional dan mengancam stabilitas kawasan.

Rencana Israel untuk memperluas kontrol atas Tepi Barat, wilayah yang diduduki sejak 1967, menuai kecaman global. Langkah ini melibatkan izin bagi warga Yahudi membeli tanah langsung di sana, serta pengalihan wewenang dari Otoritas Palestina ke Israel. Pemerintah Israel menyetujui kebijakan ini, meski belum jelas kapan akan diterapkan.

Pernyataan Gedung Putih dan Inggris menyoroti dampak negatif kebijakan ini terhadap perdamaian. Pejabat AS menyatakan stabilitas Tepi Barat penting bagi keamanan Israel. Inggris dan PBB menilai langkah ini mengancam solusi dua negara. Kebijakan ini memperlihatkan pergeseran kekuatan geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Kontroversi ini mencerminkan ketegangan antara aspirasi nasionalisme Israel dan hak-hak Palestina. Bezalel Smotrich, Menteri Keuangan Israel, menyatakan kebijakan ini untuk menegaskan kedaulatan Israel. Namun, bagi Palestina, ini adalah ancaman eksistensial terhadap wilayah dan identitas mereka.

Langkah Israel di Tepi Barat menantang tatanan internasional dan menimbulkan pertanyaan tentang masa depan perdamaian. Apakah kebijakan ini akan membawa stabilitas atau malah memperburuk konflik? Dunia menunggu dengan cemas perkembangan selanjutnya.

(Orbit dari berbagai sumber, 12 Februari 2026)