Harga Sawit Sumsel Melesat: Potret Kenaikan dan Dampaknya
ORBITINDONESIA.COM – Harga sawit di Sumatera Selatan telah mengalami lonjakan signifikan, terutama untuk sawit berumur 10-20 tahun yang kini mencapai Rp 3.577,58/Kg. Kenaikan ini memberikan secercah harapan bagi petani di tengah fluktuasi pasar global.
Sumatera Selatan, sebagai salah satu penghasil sawit utama di Indonesia, menghadapi perubahan harga Tandan Buah Segar (TBS) yang dinamis. Kenaikan harga ini tidak hanya berdampak pada perekonomian lokal, tetapi juga mencerminkan tren pasar yang lebih luas.
Harga sawit berumur 10-20 tahun mengalami kenaikan sebesar Rp 108,09/Kg, sementara harga minyak sawit mentah (CPO) ditetapkan pada Rp 14.494,34/Kg. Ini menunjukkan adanya peningkatan permintaan di pasar. Tren ini juga didorong oleh faktor lain seperti kebijakan pemerintah dan kondisi produksi global.
Kenaikan harga ini dapat dilihat sebagai angin segar bagi petani sawit. Namun, tantangan lain seperti biaya produksi yang meningkat dan ancaman perubahan iklim harus tetap menjadi perhatian. Bagaimana petani mengatasi tantangan ini akan menentukan masa depan industri sawit di Indonesia.
Lonjakan harga sawit di Sumsel menandai babak baru dalam industri agrikultur Indonesia. Namun, pertanyaan kunci adalah: bagaimana kita memastikan keberlanjutan ekonomi dan lingkungan bagi para petani di tengah tantangan global yang kompleks ini?
(Orbit dari berbagai sumber, 13 Februari 2026)