Minyak Sawit di Bawah Tekanan: Persaingan Ketat di Pasar Global
ORBITINDONESIA.COM – Harga minyak sawit global diproyeksikan tertekan, berpotensi jatuh di bawah RM4.000 per ton pada April mendatang, akibat persaingan ketat dengan minyak kedelai Amerika Selatan.
Minyak sawit, yang sering kali menjadi pilihan utama karena harganya yang lebih rendah, kini menghadapi tantangan dari minyak kedelai yang membanjiri pasar. India, sebagai importir terbesar, kini mempertimbangkan peralihan akibat selisih harga yang menyempit.
Dorab Mistry, analis senior, menyoroti bahwa untuk kembali menarik permintaan, khususnya dari India, harga minyak sawit harus lebih kompetitif. Produksi minyak sawit di Indonesia stagnan, dipengaruhi oleh kebijakan penyitaan lahan dan pengetatan regulasi pemerintah, menekan investasi dan pertumbuhan sektor ini.
Mistry memperingatkan bahwa tanpa penyesuaian harga, minyak sawit bisa kehilangan pangsa pasarnya. Kebijakan Indonesia yang mempengaruhi produksi bisa menjadi bumerang jika investor terus menghindar, mengancam stabilitas sektor vital ini.
Pergeseran pasar minyak nabati global ini menggarisbawahi pentingnya strategi adaptif bagi produsen. Pertanyaan terbuka: Apakah kebijakan pemerintah akan mendukung atau justru menghambat pertumbuhan berkelanjutan? Hanya waktu yang akan menjawab.