Dampak Buruk Budaya Kerja Ekstrem di Sektor Teknologi Tiongkok
ORBITINDONESIA.COM – Seorang pekerja teknologi di Tiongkok meninggal mendadak, memicu perdebatan tentang budaya kerja ekstrem yang merusak kesehatan.
Kematian Gao Guanghui, seorang programmer berusia 32 tahun, menyoroti tekanan kerja berlebihan di sektor teknologi Tiongkok. Walaupun dinyatakan meninggal akibat serangan jantung, keluarganya mengaitkan kematian ini dengan beban kerja yang ekstrem. Kasus ini memicu kemarahan publik dan membuka diskusi tentang norma kerja yang melelahkan.
Promosi Gao menjadi manajer departemen menambah beban kerjanya secara signifikan. Tuntutan kerja yang tinggi membuatnya harus bekerja hingga larut malam. Laporan menyebutkan, bahkan saat dirawat di rumah sakit, ia masih menerima tugas dari perusahaan. Situasi ini menggambarkan ekspektasi kerja yang tidak manusiawi yang sering terjadi di sektor teknologi Tiongkok.
Budaya kerja seperti ini tidak hanya merugikan individu tetapi juga berdampak pada keluarga. Banyak pengguna media sosial menyatakan kemarahan mereka, menyebut kematian Gao sebagai simbol kegagalan sistem untuk melindungi pekerjanya. Ini membuktikan bahwa fokus berlebihan pada produktivitas dapat membahayakan kesehatan dan kesejahteraan manusia.
Kisah Gao seharusnya menjadi peringatan bagi perusahaan untuk menilai kembali kebijakan kerja mereka. Bagaimana kita dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat dan manusiawi? Pemikiran ini penting agar tragedi serupa tidak terulang di masa depan.
(Orbit dari berbagai sumber, 18 Februari 2026)