Investor Asing Angkat IHSG: Lonjakan Perbankan dan Komoditas
ORBITINDONESIA.COM – Investor asing mencatatkan net foreign buy sebesar Rp1,142 triliun pada 23 Februari 2026, sebuah pencapaian luar biasa yang mengangkat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melonjak 1,50% dalam satu hari. Saham perbankan dan komoditas menjadi sektor unggulan yang memikat perhatian para investor global.
Dalam beberapa bulan terakhir, pasar saham Indonesia menunjukkan pergerakan yang fluktuatif. Ketidakpastian global, termasuk isu geopolitik dan perubahan kebijakan moneter, membuat investor berhati-hati.
Namun, data ekonomi domestik yang stabil dan kebijakan pemerintah yang pro-investasi memberi angin segar. Ini menumbuhkan kepercayaan investor asing, terutama pada sektor-sektor yang dianggap tahan banting seperti perbankan dan komoditas.
Lonjakan investasi asing ini tidak bisa dilepaskan dari performa positif sektor perbankan dan komoditas. Bank-bank besar di Indonesia melaporkan peningkatan laba, didorong oleh pertumbuhan kredit dan pengelolaan risiko yang baik.
Sementara itu, harga komoditas seperti kelapa sawit dan nikel mengalami kenaikan, sejalan dengan permintaan global yang meningkat. Kondisi ini menciptakan daya tarik tersendiri bagi investor asing yang mencari peluang pertumbuhan.
Ketertarikan investor asing pada pasar Indonesia menunjukkan adanya kepercayaan terhadap stabilitas ekonomi dan potensi pertumbuhan jangka panjang. Namun, penting untuk diingat bahwa ketergantungan pada investasi asing juga memiliki risiko.
Perubahan kebijakan di negara-negara besar bisa mempengaruhi arus modal dengan cepat. Oleh karena itu, diversifikasi dan penguatan sektor domestik menjadi kunci untuk menjaga momentum positif ini.
Peristiwa ini menggambarkan dinamika pasar saham Indonesia yang semakin menarik di mata dunia. Dalam konteks ini, bagaimana Indonesia bisa memanfaatkan arus investasi asing untuk memperkuat fondasi ekonomi nasional?
Sebuah pertanyaan yang patut direnungkan oleh para pemangku kebijakan dan pelaku pasar. Dengan kebijakan yang tepat, Indonesia bisa menjadi tujuan investasi yang lebih menarik dan berkelanjutan.
(Orbit dari berbagai sumber, 25 Februari 2026)