Perbudakan Modern di Sikka: Jeritan Para Pekerja Wanita

ORBITINDONESIA.COM – Pengungkapan mengejutkan datang dari Nusa Tenggara Timur, di mana 13 wanita asal Jawa Barat menjadi korban perlakuan tak manusiawi di Pub Eltras Maumere. Keberanian mereka mencari keadilan membuka mata kita akan praktik perbudakan modern yang masih terjadi di tanah air.

Kisah tragis ini bermula pada Januari 2026 saat 13 wanita dari Bandung, Cianjur, Karawang, dan Purwakarta melarikan diri dari Pub Eltras. Mereka meminta perlindungan kepada Tim Relawan untuk Kemanusiaan Flores (TRUK-F) setelah mengalami kekerasan dan ketidakadilan selama bekerja di sana.

Fenomena ini menggarisbawahi masalah perdagangan manusia dan eksploitasi pekerja yang masih mengakar di Indonesia. Data dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan menunjukkan kasus serupa meningkat 15% dalam lima tahun terakhir. Praktik ini sering kali melibatkan penipuan perekrutan dan ancaman kekerasan.

Melihat kasus ini, ada keharusan untuk meninjau ulang regulasi ketenagakerjaan dan perlindungan pekerja. Opini publik mendesak pemerintah dan masyarakat untuk lebih waspada dan proaktif dalam melindungi hak asasi manusia. Keberanian para korban harus menjadi katalis perubahan kebijakan.

Kisah para wanita ini adalah pengingat bahwa perbudakan modern bukan sekadar cerita masa lalu. Diperlukan upaya kolektif untuk menghapuskan praktik keji ini dari masyarakat. Akankah kita lebih peka dan bertindak lebih cepat dalam merespon kasus serupa di masa depan?

(Orbit dari berbagai sumber, 26 Februari 2026)