Harga Pangan Melonjak: Tantangan Stabilitas Ekonomi
ORBITINDONESIA.COM – Lonjakan harga pangan strategis memicu kekhawatiran di tengah upaya stabilisasi ekonomi. Telur, daging ayam, dan cabai rawit merah mencatat kenaikan signifikan, menguji kebijakan pemerintah.
Pada Selasa (24/2/2026), sejumlah harga komoditas pangan di Indonesia mengalami kenaikan. Panel Harga Badan Pangan Nasional mengungkapkan tren ini kontras dengan stabilitas harga beras. Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas kebijakan pangan nasional.
Data menunjukkan harga beras SPHP Bulog berada di bawah HET nasional. Namun, cabai rawit merah dan telur melampaui HAP nasional, menandakan ketidakseimbangan pasokan. Beras lokal dan premium juga menunjukkan harga yang lebih tinggi, sementara daging sapi dan kedelai impor justru menurun.
Kenaikan harga pangan ini mungkin mencerminkan masalah distribusi dan produksi. Ketergantungan pada impor dan fluktuasi harga global memperkeruh situasi. Pemerintah harus mengantisipasi dampak inflasi terhadap daya beli masyarakat.
Kenaikan harga pangan menantang stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Apakah kebijakan pangan saat ini efektif dalam menghadapi dinamika pasar? Perlu ada langkah strategis untuk memastikan ketahanan pangan nasional di masa depan.
(Orbit dari berbagai sumber, 26 Februari 2026)