Iran Bersumpah Balas Serangan AS-Israel Hingga Nafas Terakhir
ORBITINDONESIA.COM – Tragedi memilukan menimpa Iran selatan saat serangan AS-Israel merenggut nyawa 165 anak-anak tak berdosa, mendorong Iran bersumpah untuk balas dendam hingga tetes darah penghabisan.
Pada Sabtu lalu, serangan udara yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel menghantam sebuah sekolah di kota Minab, Provinsi Hormozgan, mengakibatkan kematian tragis. Serangan ini menyoroti ketegangan geopolitik yang semakin meningkat di Timur Tengah, di mana Iran merasa terpojok oleh kekuatan militer dua negara besar tersebut.
Serangan tersebut tidak hanya memicu kemarahan publik, tetapi juga mempertegas posisi Iran dalam konstelasi politik global. Iran menuduh serangan ini sebagai tindakan kriminal yang ditujukan untuk melemahkan kedaulatannya. Data dari Press TV menunjukkan dukungan publik Iran terhadap pemerintah semakin kuat, sementara negara-negara lain di kawasan mengamati dengan waspada.
Dalam pandangan banyak analis, tindakan AS dan Israel dianggap merusak stabilitas regional. Iran, dengan ketahanan politik dan militernya, merasa dipaksa untuk merespons dengan tegas. Ini memunculkan pertanyaan kritis tentang masa depan hubungan internasional di kawasan tersebut, dan apakah tindakan balas dendam akan memperburuk atau menyelesaikan konflik yang ada.
Serangan ini membuka babak baru dalam dinamika geopolitik Iran dan sekutunya. Sebuah pertanyaan besar tetap: apakah pembalasan akan membawa perdamaian atau justru memperpanas konflik? Dunia menantikan langkah selanjutnya, berharap akan penyelesaian yang damai dan menghindari lebih banyak korban jiwa.
(Orbit dari berbagai sumber, 5 Maret 2026)