AI dalam Deteksi Kanker: Inovasi, Efektivitas, dan Tantangan
ORBITINDONESIA.COM – Perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) telah melahirkan harapan baru dalam dunia medis, terutama dalam deteksi dini kanker yang lebih cepat dan akurat.
Di Indonesia, kanker payudara dan kanker paru menempati posisi teratas dalam daftar penyakit mematikan. Kolaborasi Siloam dan AstraZeneca berupaya mengatasi masalah ini dengan teknologi AI, menargetkan peningkatan deteksi dini.
AI mampu mencapai akurasi 92% dalam deteksi kanker payudara. Teknologi ini membantu klasifikasi jenis HER2, mendukung pengambilan keputusan terapi yang lebih akurat. Dalam kanker paru, AI berperan sebagai second reader, menandai nodul yang mencurigakan pada CT scan.
Meski AI menjanjikan efisiensi, para dokter menegaskan bahwa teknologi ini tidak menggantikan keputusan akhir yang tetap berada di tangan tenaga medis. AI dilihat sebagai alat bantu, bukan pengganti.
Kolaborasi ini diharapkan dapat merevolusi proses skrining kanker di Indonesia. Namun, refleksi kritis diperlukan untuk memastikan teknologi ini menjadi pendamping yang efektif bagi dokter, bukan penghalang dalam pengambilan keputusan klinis.