Risiko Kesehatan di Balik Tren Thrifting: Fakta dan Mitos
ORBITINDONESIA.COM – Tren belanja baju bekas atau thrifting memang menarik, tetapi ada risiko kesehatan yang mengintai jika tidak berhati-hati.
Belakangan ini, benjolan mirip jerawat yang muncul setelah penggunaan baju thrift ternyata bukan jerawat biasa, melainkan infeksi virus. Praktisi dermatologi, dr. Clinton, menjelaskan bahwa ini adalah Moluskum Kontagiosum, sebuah infeksi virus yang mudah menular.
Moluskum Kontagiosum ditandai dengan papul pada kulit dan menular jika sistem imun lemah atau ada luka kecil. Pakaian bekas menjadi medium penularan jika tidak disterilkan dengan benar. Proses pencucian biasa mungkin tidak cukup membunuh mikroorganisme yang menempel pada serat kain lama.
Masyarakat perlu lebih waspada dan melakukan sterilisasi ekstra pada baju bekas sebelum memakainya. Meski thrifting menawarkan harga miring, risiko kesehatan harus menjadi pertimbangan utama. Dokter Clinton juga menepis mitos bahwa sunscreen bisa memicu kanker, menyoroti pentingnya edukasi yang benar.
Tren thrifting perlu disikapi dengan bijak. Kebersihan dan kesehatan harus diutamakan agar tren ini tidak membawa dampak negatif. Mampukah kita menyeimbangkan antara gaya hidup hemat dan kesehatan yang terjaga?
(Orbit dari berbagai sumber, 10 Maret 2026)