Ketegangan Selat Hormuz: Dampak Konflik Timur Tengah pada Energi Global
ORBITINDONESIA.COM – Konflik di Timur Tengah kembali mengguncang dunia, kali ini memaksa Selat Hormuz, jalur vital energi global, nyaris kosong dari lalu lintas tanker minyak.
Selat Hormuz adalah jalur penting bagi perdagangan minyak dunia. Namun, ketegangan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran telah mengubahnya menjadi area berbahaya. Ancaman dari Iran membuat kapal tanker berhenti melintas, memicu kekhawatiran global.
Pegunungan Iran menyediakan lokasi strategis untuk pertahanan. Iran menyiapkan ancaman laut, termasuk ranjau dan rudal. Data menunjukkan penurunan drastis lalu lintas kapal dari 46 menjadi lima kapal per hari. Dampak ekonomi terasa dengan lonjakan harga minyak dan premi asuransi.
Geografi menjadikan Selat Hormuz titik rawan dalam konflik ini. Kapal musuh menjadi target mudah bagi Iran. Beberapa negara mulai merencanakan pengawalan militer sendiri, menunjukkan kompleksitas situasi dibandingkan operasi era 1980-an.
Strait of Hormuz memegang kunci bagi ekonomi dunia. Ketegangan berlarut dapat mengganggu pasokan energi global. Apakah upaya diplomatik dapat meredakan situasi? Bagaimana dunia akan menyesuaikan diri dengan potensi guncangan energi berikutnya?
(Orbit dari berbagai sumber, 15 Maret 2026)