Unreal Engine dan Inovasi Film Indonesia: Pelangi di Mars

ORBITINDONESIA.COM – Produksi film sci-fi Indonesia, Pelangi di Mars, menggebrak dengan teknologi Unreal Engine dan virtual production.

Produksi film sci-fi sering diasosiasikan dengan teknologi mahal dan studio besar. Namun, film Indonesia Pelangi di Mars menghadirkan pendekatan inovatif dengan teknologi terjangkau. Sutradara Upie Guava mempelajari Unreal Engine secara otodidak lewat internet.

Unreal Engine awalnya digunakan untuk video game, kini populer dalam industri film. Teknologi ini memungkinkan visual real time, memberi kebebasan kreatif lebih besar. Virtual production memudahkan kontrol biaya dengan lokasi digital. Pelangi di Mars memanfaatkan teknologi ini untuk meningkatkan kualitas produksi.

Upie Guava, tanpa latar belakang animasi, mempelajari Unreal Engine melalui eksperimen. Music video menjadi ruang eksplorasi kreatif yang fleksibel. Proses belajar mandiri Upie menunjukkan dedikasi dan keberanian dalam mengadopsi teknologi baru.

Pelangi di Mars membuktikan bahwa inovasi teknologi dapat mengubah lanskap produksi film Indonesia. Dengan teknologi seperti Unreal Engine, batasan biaya dan lokasi dapat diatasi, membuka jalan bagi kreativitas tanpa batas. Bagaimana industri film lainnya akan merespons perkembangan ini?

(Orbit dari berbagai sumber, 18 Maret 2026)