Tekanan Sosial di Tempat Kerja: Antara Produktivitas dan Kehadiran
ORBITINDONESIA.COM – Seorang profesional perangkat lunak mengungkapkan frustrasi terhadap tekanan sosial di lingkungan kerjanya. Apakah kehadiran lebih penting daripada kinerja?
Dalam sebuah perusahaan multinasional, seorang karyawan dengan empat tahun pengalaman merasa tertekan untuk lebih terlibat secara sosial. Perubahan ini dimulai setelah kedatangan pemimpin senior baru dari luar negeri.
Sejak adanya pemimpin baru, budaya kerja menjadi lebih sosial. Karyawan didorong untuk mengikuti ritual perayaan dan kegiatan bonding. Namun, apakah ini berdampak pada produktivitas?
Beberapa orang melihat peningkatan visibilitas sebagai jalan menuju promosi. Namun, fokus pada kegiatan sosial bisa mengaburkan prioritas utama yakni kinerja dan kontribusi nyata karyawan.
Apakah kehadiran di acara sosial harus menjadi indikator penilaian kinerja? Karyawan perlu bertanya apakah nilai mereka diukur dari produktivitas atau sekadar kehadiran. (Orbit dari berbagai sumber, 19 Maret 2026)