Emas Melemah Tajam: Dampak Konflik Timur Tengah dan Kebijakan Suku Bunga
ORBITINDONESIA.COM – Harga emas dunia anjlok tajam sepanjang pekan ini, mencatat kinerja mingguan terburuk dalam enam tahun terakhir akibat lonjakan harga energi dan ekspektasi kebijakan suku bunga yang berubah.
Kenaikan harga energi akibat konflik di Timur Tengah telah meningkatkan kekhawatiran inflasi, mengubah ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga dan menekan daya tarik emas sebagai aset investasi.
Harga emas turun hampir 7 persen minggu ini, penurunan terdalam sejak Maret 2020. Investor menjual emas untuk menutup kerugian di aset lain, sementara arus keluar dari ETF berbasis emas terus berlanjut, menghapus seluruh akumulasi sejak awal tahun.
Robert Gottlieb, mantan trader logam mulia, mengingatkan tingginya volatilitas saat ini dan menyarankan untuk tidak terburu-buru membeli emas. Tekanan jual mungkin berlanjut hingga harga stabil, dengan bank sentral AS mempertahankan suku bunga sesuai ekspektasi pasar.
Pergerakan harga emas saat ini mengingatkan pada pola tahun 2022 saat invasi Rusia ke Ukraina. Meski harga emas turun, secara tahunan masih menguat sekitar 8 persen. Apakah emas akan kembali menjadi safe haven di tengah ketidakpastian global?
(Orbit dari berbagai sumber, 24 Maret 2026)