Ishaq Dar: Pakistan Merasa 'Terhormat' Jadi Tuan Rumah Pembicaraan AS dan Iran dalam 'Beberapa Hari Mendatang'
ORBITINDONESIA.COM - Menteri Luar Negeri Pakistan pada hari Minggu, 29 Maret 2026, mengatakan bahwa Islamabad akan merasa "terhormat" untuk menjadi tuan rumah pembicaraan antara AS dan Iran untuk mengakhiri konflik Timur Tengah yang sedang berlangsung, lapor Anadolu.
“Pakistan akan merasa terhormat untuk menjadi tuan rumah dan memfasilitasi pembicaraan yang bermakna antara kedua pihak dalam beberapa hari mendatang untuk penyelesaian konflik yang sedang berlangsung secara komprehensif dan langgeng,” kata Ishaq Dar dalam pernyataan video beberapa jam setelah pertemuan menteri luar negeri kuadrilateral di ibu kota Islamabad.
Dar mengatakan bahwa Washington dan Teheran menyatakan kepercayaan mereka kepada Pakistan untuk memfasilitasi pembicaraan tersebut.
Ia mengatakan telah memberi pengarahan kepada para diplomat senior Turki, Pakistan, Mesir, dan Arab Saudi yang menghadiri pertemuan kuadrilateral tentang prospek pembicaraan potensial AS-Iran di Islamabad.
Para menteri luar negeri yang berkunjung menyatakan dukungan penuh mereka untuk inisiatif tersebut, katanya.
“Kami juga membahas kemungkinan cara untuk mengakhiri perang di kawasan ini secara dini dan permanen,” tambah Dar.
“Kami sepakat bahwa perang ini tidak menguntungkan siapa pun dan hanya akan menyebabkan kematian dan kehancuran,” kata Dar, menambahkan bahwa para menteri luar negeri sepakat bahwa satu-satunya solusi yang “layak” untuk konflik tersebut adalah “dialog dan diplomasi.”
Para diplomat senior, lanjutnya, menegaskan kembali “persatuan untuk mengendalikan situasi, mengurangi risiko eskalasi militer, dan menciptakan kondisi untuk negosiasi terstruktur antara pihak-pihak terkait.”
Mereka menyerukan untuk menjunjung tinggi prinsip-prinsip Piagam PBB, termasuk penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas teritorial semua negara.
Keterlibatan aktif dengan Washington
Pakistan, kata Dar, juga memiliki hubungan yang “sangat penting” dengan AS, menambahkan bahwa Islamabad tetap aktif terlibat dengan Washington juga, sebagai bagian dari upaya untuk meredakan situasi dan menemukan solusi damai untuk konflik tersebut.
Dar mengatakan China “sepenuhnya” mendukung inisiatif Pakistan untuk menjadi tuan rumah pembicaraan antara AS dan Iran.
“Ada apresiasi dan dukungan yang kuat di antara semua teman kami atas upaya yang dilakukan oleh Pakistan. Kami akan melanjutkan upaya kami dengan tulus dan berkomitmen,” tambahnya.
Secara terpisah, Perdana Menteri Shehbaz Sharif menegaskan kembali komitmen dan tekad Pakistan yang "kuat" untuk memainkan peran positif dalam membawa Iran dan AS ke meja perundingan.
Ia menyampaikan pernyataan tersebut saat bertemu dengan Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan dan diplomat senior Mesir Badr Abdelatty di Islamabad.
Sharif menyampaikan upaya diplomasi Pakistan kepada kedua menteri luar negeri tersebut dan menekankan perlunya upaya kolektif untuk segera mengakhiri permusuhan.***