Strategi Wali Kota Bontang Mengatasi Anggaran 2027 yang Menyusut
ORBITINDONESIA.COM – Ketika anggaran menyusut, keputusan sulit harus diambil. Wali Kota Bontang, Neni Moernaeni, berencana memangkas anggaran pegawai untuk mengatasi prediksi APBD 2027 yang merosot.
APBD Bontang diprediksi menurun hingga Rp1,7 triliun pada 2027. Hal ini mengancam kestabilan alokasi belanja pegawai yang bisa membengkak hingga 40 persen. Berdasarkan UU Nomor 1 Tahun 2022, belanja pegawai tidak boleh melebihi 30 persen dari APBD.
Strategi pemangkasan ini bukan tanpa alasan. Mengandalkan dana bagi hasil dari sektor migas, Bontang harus menyiasati ketidakpastian ekonomi dan regulasi ketat. Pada 2019, kota ini sudah pernah mengalami penurunan APBD drastis yang memaksa pengurangan TPP dan gaji tenaga honorer.
Pemangkasan anggaran pegawai adalah langkah kontroversial. Di satu sisi, Neni Moernaeni perlu menjaga keseimbangan fiskal. Di sisi lain, dampaknya terasa langsung pada kesejahteraan pegawai. Tantangan ini memerlukan kebijakan yang inovatif dan dukungan dari berbagai pihak.
Langkah Neni Moernaeni untuk menggalang dukungan dari Apeksi menunjukkan tekadnya. Namun, akankah strategi ini cukup untuk menavigasi tantangan fiskal ke depan? Masyarakat Bontang menunggu dengan harapan dan kekhawatiran.
(Orbit dari berbagai sumber, 1 April 2026)