Kemenlu, Dubes Belanda dan Jerman Dukung Pemko Bukittinggi dan IMLF-4 Gelar 100 Tahun Jam Gadang
ORBITINDONESIA.COM – Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Deni Abdi, memfasilitasi pertemuan antara Pemerintah Kota Bukittinggi dan panitia International Minangkabau Literacy Festival (IMLF) ke-4 dengan para perwakilan negara Eropa. Pertemuan tersebut berlangsung pada Senin, 30 Maret 2026 di ruang VIP Rumah Makan Natrabu, Jakarta.
Hadir dalam pertemuan ini antara lain Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Kemlu RI Grata Wredaningtyas, Duta Besar Belanda Marc Gerritsen, serta perwakilan Kedutaan Besar Jerman.
Pertemuan ini bertujuan mengundang kehadiran pembicara dari Belanda, Inggris, dan Jerman dalam seminar internasional bertema Jam Gadang yang akan digelar pada 4 Juni 2026 di Bukittinggi. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian IMLF-4 yang didukung Pemerintah Kota Bukittinggi.
Para duta besar menyampaikan apresiasi setelah mendengarkan presentasi Wakil Ketua Panitia IMLF-4, Soni Drestiana, mengenai rencana penyelenggaraan festival dan peringatan 100 Tahun Jam Gadang. Apresiasi terutama datang dari pihak Belanda dan Jerman yang memiliki keterkaitan historis dengan Jam Gadang—Belanda dalam konteks sejarah pembangunannya, dan Jerman sebagai tempat pembuatan mesin jam tersebut.
“Jam Gadang memang menjadi daya tarik tersendiri bagi Bukittinggi. Saya bahkan mencari informasi lebih lengkap tentangnya sebelum pertemuan ini,” ujar Grata Wredaningtyas saat membuka diskusi.
Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menyampaikan terima kasih kepada Kemlu dan panitia IMLF-4 yang telah memfasilitasi pertemuan ini. Ia berharap dukungan para duta besar dapat semakin memeriahkan peringatan satu abad Jam Gadang.
“Mudah-mudahan kehadiran para duta besar akan menambah semarak dan memperkuat makna peringatan 100 Tahun Jam Gadang,” ujarnya.
Dalam pemaparannya, Ramlan juga menyinggung aspek historis pembangunan Jam Gadang pada masa kolonial. Ia mempertanyakan alasan pemerintah kolonial Belanda membangun monumen tersebut di Bukittinggi, bukan di kota lain seperti Yogyakarta.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa kini Jam Gadang telah menjadi ikon pariwisata yang menarik wisatawan domestik maupun mancanegara ke Sumatera Barat.
Ketua IMLF-4, Sastri Bakry, menjelaskan bahwa seminar internasional tentang Jam Gadang akan mengkaji bangunan tersebut dari berbagai perspektif—sejarah, budaya, hingga literasi—dengan melibatkan delegasi internasional.
“Jam Gadang merupakan ikon sejarah dan budaya yang sangat penting, tidak hanya bagi masyarakat Minangkabau, tetapi juga Indonesia. Dalam rangka satu abadnya, kami menggelar seminar internasional sebagai bagian dari IMLF-4,” ujar Sastri.
IMLF-4 sendiri dijadwalkan berlangsung pada 3–7 Juni 2026 di Bukittinggi, bertepatan dengan perayaan 100 Tahun Jam Gadang.
Selain Wali Kota Bukittinggi dan Ketua IMLF-4, pertemuan ini juga dihadiri Sekretaris Daerah Kota Bukittinggi Rismal Hadi selaku Ketua Umum Peringatan 100 Tahun Jam Gadang, perwakilan Kedutaan Besar Inggris, serta Direktur Diplomasi Publik Kemlu RI Anie Nigerawati.
Dalam kesempatan tersebut, Deni Abdi menekankan pentingnya kesiapan penyelenggaraan acara berskala internasional ini. Ia mengingatkan agar aspek kenyamanan, kebersihan, dan keamanan bagi para delegasi menjadi perhatian utama, sekaligus mendorong masyarakat untuk berperan sebagai tuan rumah yang baik dalam mempromosikan pariwisata Bukittinggi secara menyeluruh.
Acara ditutup dengan penyerahan miniatur Jam Gadang kepada para duta besar, Sekjen Kemlu, dan Dirjen Amerika dan Eropa sebagai simbol apresiasi dan kerja sama.***