Trump Pertimbangkan Keluar dari NATO, Ancaman bagi Aliansi Barat
ORBITINDONESIA.COM – Presiden AS Donald Trump dilaporkan mempertimbangkan untuk menarik AS keluar dari NATO, memicu kekhawatiran di antara sekutunya setelah ketidakmauan mereka untuk membantu membuka kembali Selat Hormuz.
Hubungan antara AS dan sekutu Eropa mengalami ketegangan setelah Trump mengkritik NATO sebagai 'macan kertas'. Ketidakmauan Eropa untuk terlibat dalam konflik Iran menjadi pemicu utama. Trump merasa dikhianati oleh NATO, terutama setelah bantuan AS dalam konflik Ukraina melawan Rusia.
Keengganan negara-negara Eropa untuk terlibat di Selat Hormuz dipandang sebagai langkah berisiko tinggi. Ketakutan akan terlibat dalam perang berkepanjangan di Timur Tengah menjadi alasan utama. Trump merasa NATO seharusnya mendukung AS secara otomatis, seperti yang dilakukan AS untuk Ukraina.
Perpecahan ini menyoroti perbedaan pandangan antara AS dan Eropa terkait kebijakan luar negeri. NATO berlandaskan pada prinsip pertahanan kolektif, bukan ofensif. Kritik Trump terhadap sekutu menunjukkan ketidakpuasan AS terhadap pembagian tanggung jawab dalam aliansi ini.
Apakah ancaman Trump untuk keluar dari NATO akan terwujud? Ini menimbulkan pertanyaan tentang masa depan aliansi transatlantik. Pertimbangan pragmatis akan menentukan arah kebijakan yang diambil oleh kedua belah pihak di masa depan.
(Orbit dari berbagai sumber, 2 April 2026)