Diabetes Melonjak: Upaya Edukasi dan Pencegahan di Indonesia
ORBITINDONESIA.COM – Fakta mengejutkan menunjukkan bahwa prevalensi diabetes di Indonesia mencapai 11,7% pada tahun 2023, meningkat dari 8,5% pada tahun 2018. Ini mencerminkan tantangan besar dalam pengendalian kesehatan masyarakat kita.
Diabetes, penyakit yang kian merajalela, kini menjadi masalah kesehatan global yang signifikan. Di seluruh dunia, angka kasus diabetes meningkat drastis dari 139,1 juta pada 1990 menjadi 525,6 juta pada 2021. Angka kematian akibat diabetes juga melonjak, menempati peringkat 10 penyebab kematian tertinggi pada 2021.
Di Indonesia, peningkatan prevalensi diabetes menjadi perhatian serius, dengan angka mencapai 11,7% pada 2023. Faktor risiko seperti obesitas, pola makan buruk, dan kurangnya aktivitas fisik menggarisbawahi perlunya tindakan pencegahan yang efektif. Pemerintah merespons dengan inisiatif Posbindu PTM, meskipun edukasi seputar diabetes masih minim.
Pentingnya edukasi dalam mengubah perilaku masyarakat tidak bisa diremehkan. Penggunaan media audiovisual untuk meningkatkan pemahaman tentang diabetes dan pengendalian gula darah merupakan langkah proaktif yang patut diapresiasi. Namun, perluasan dan peningkatan akses terhadap materi ini harus menjadi prioritas agar dampaknya lebih luas.
Meningkatnya pengetahuan melalui edukasi diharapkan dapat menekan angka diabetes dan komplikasinya. Namun, tantangan tetap ada—bagaimana kita memastikan bahwa pesan edukatif ini menyentuh dan memengaruhi setiap individu? Mungkin jawabannya terletak pada kolaborasi lebih lanjut antara pemerintah, institusi pendidikan, dan masyarakat.
(Orbit dari berbagai sumber, 9 April 2026)