Blokade Selat Hormuz: Eskalasi Ketegangan AS-Iran dan Dampaknya
ORBITINDONESIA.COM – Ketegangan di Timur Tengah mencapai puncaknya ketika Presiden AS Donald Trump memerintahkan blokade total Selat Hormuz, memicu gejolak di pasar global.
Selat Hormuz adalah jalur perairan strategis yang menghubungkan produsen minyak utama dunia dengan pasar internasional. Blokade ini datang setelah perundingan damai antara AS dan Iran gagal, mengancam stabilitas ekonomi global.
Harga minyak Brent melonjak 6,8% hampir mencapai US$102 per barel. Pasar saham dan obligasi merosot, dengan bursa Asia turun 0,7% dan imbal hasil obligasi Jepang melonjak. Lonjakan harga minyak menciptakan ekspektasi inflasi yang meningkatkan kekhawatiran investor.
Langkah Trump dianggap sebagai tindakan berisiko tinggi yang dapat memperburuk situasi. Sementara dolar AS menguat sebagai aset safe haven, investor tetap berharap pada solusi diplomatik yang dapat meredakan ketegangan.
Krisis ini menyoroti ketergantungan dunia pada stabilitas geopolitik di Timur Tengah. Pertanyaan besar adalah bagaimana dunia akan menghadapi ketidakpastian ini dan mencari jalan menuju perdamaian yang berkelanjutan.
(Orbit dari berbagai sumber, 15 April 2026)