Wapres Gibran Dihadang di Sorong: Suara Masyarakat Adat Menggema

ORBITINDONESIA.COM – Sorong menjadi saksi bisu ketika Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dihadang oleh tokoh masyarakat saat kunjungannya. Aksi ini mengungkapkan ketegangan yang mendalam antara pemerintah dan masyarakat adat setempat.

Kunjungan Wakil Presiden Gibran ke Sorong, Papua Barat Daya, bukan sekadar agenda seremonial. Di tengah kemeriahan sambutan, ada keresahan yang mencuat dari masyarakat. Esau Gogoba, tokoh masyarakat IMEKKO, memalang mobil RI 2 untuk menyuarakan aspirasi yang selama ini terpendam.

Aksi Esau bukan tanpa alasan. Papua Barat Daya, khususnya Kabupaten Imekko, lama mendambakan perhatian lebih dari pemerintah pusat. Dorongan untuk pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) menjadi bukti keinginan masyarakat untuk mengatur diri dan meningkatkan kesejahteraan. Namun, isu ini dihadapkan pada tantangan kebijakan nasional yang kerap mengabaikan hak-hak adat.

Langkah Esau menggambarkan keberanian dan keteguhan hati masyarakat adat dalam memperjuangkan hak-haknya. Ini bukan sekadar tuntutan administratif, melainkan panggilan untuk melindungi warisan budaya dan alam yang semakin terancam oleh proyek-proyek strategis nasional. Gibran, meski dalam posisi terjepit, diharapkan dapat menjadi penghubung yang mendengarkan dan menyampaikan aspirasi ini ke tingkatan lebih tinggi.

Kisah Esau dan masyarakat IMEKKO adalah cerminan perjuangan panjang masyarakat adat di Indonesia. Pertanyaannya, apakah pemerintah akan mendengar dan bertindak untuk melindungi hak-hak ini? Atau, akankah ini menjadi catatan sejarah yang terlupakan di tengah hiruk-pikuk pembangunan? Tindakan nyata sangat dinantikan.

(Orbit dari berbagai sumber, 22 April 2026)