Kisah Gonen Segev, Mantan Menteri Israel yang Jadi Mata-Mata Iran

ORBITINDONESIA.COM - Kisah Gonen Segev adalah salah satu kasus spionase paling kompleks dan meresahkan dalam sejarah Israel baru-baru ini.

Mantan Menteri Energi dan Infrastruktur, anggota Knesset, dan dokter yang berkualifikasi, Segev pernah menduduki posisi kepercayaan di tingkat tertinggi negara Israel.

Pada awal tahun 1990-an, ia memasuki dunia politik melalui partai Tzomet dan terpilih menjadi anggota Knesset pada usia 35 tahun.

Perjalanan politiknya dengan cepat berkembang, dan pada tahun 1995 ia menjabat di kabinet di bawah Perdana Menteri Yitzhak Rabin, kemudian melanjutkan di bawah Shimon Peres.

Pada saat itu, ia adalah bagian dari generasi pemimpin yang relatif muda yang membentuk kebijakan Israel selama periode kritis yang ditandai oleh Perjanjian Oslo.

Namun, kariernya tidak berakhir dengan pensiun yang tenang. Kariernya runtuh.

Pada tahun 2005, Segev dihukum karena pemalsuan, penipuan kartu kredit, dan upaya penyelundupan ribuan tablet ekstasi ke Israel. Skandal itu menghancurkan reputasinya di mata publik. Ia menjalani hukuman penjara, kehilangan lisensi medisnya, dan menjadi mantan pejabat yang tercela.

Setelah dibebaskan, Segev meninggalkan Israel dan akhirnya menetap di Nigeria, tempat ia bekerja sebagai dokter dan mempertahankan hubungan dengan kalangan diplomatik Israel. Selama bertahun-tahun, ia sebagian besar tetap berada di luar perhatian publik.

Hal itu berubah drastis pada tahun 2018.

Dinas keamanan Israel mengumumkan penangkapannya atas dugaan menjadi mata-mata Iran.

Menurut para penyelidik, Segev telah direkrut oleh intelijen Iran pada tahun 2012, awalnya melalui kontak di kedutaan Iran di Nigeria. Apa yang dimulai sebagai interaksi yang tampaknya rutin diduga berkembang menjadi hubungan intelijen yang berkelanjutan.

Pihak berwenang mengklaim bahwa Segev melakukan perjalanan untuk bertemu dengan para penangannya, menggunakan sistem komunikasi terenkripsi, dan menyampaikan informasi mengenai infrastruktur energi Israel, lokasi keamanan, dan individu di sektor pertahanan dan diplomatik.

Ia juga diduga mencoba memperkenalkan kontak Israel kepada agen Iran dengan dalih palsu. Pada tahun 2019, Segev mengaku bersalah atas tuduhan spionase sebagai bagian dari kesepakatan pembelaan dan dijatuhi hukuman 11 tahun penjara.

Meskipun pejabat Israel mengindikasikan bahwa materi yang ia berikan mungkin tidak menyebabkan kerusakan yang dahsyat, implikasi kasus ini sangat besar. Segev menjadi pejabat Israel berpangkat tertinggi yang pernah dihukum karena memata-matai Iran.

(Sumber: The Spy Stories) ***