DECEMBER 9, 2022
Orbit Indonesia

Chef Renatta Turut Komentari Kualitas Oksigen Dampak Polusi Udara Jakarta Tidak Sehat Diatas Ambang Normal

image
Sedang menderita penyakit pernapasan, chef Renatta Moeloek keluhkan kualitas udara di Jakarta.

 

ORBITINDONESIA.COM - Putri Renatta Ratnasari Moeloek, atau yang lebih sering disebut sebagai Chef Renatta, adalah seorang juru masak asal Indonesia yang pernah menempuh pendidikan di bidang kuliner di Perancis.
 
 
Baru-baru ini, Chef Renatta mengeluh tentang kondisi polusi udara di DKI Jakarta yang kian memburuk dan berada dalam status "tidak sehat", namun tidak ada perubahan kualitas tiap tahunnya.
 
Bukan tanpa alasan Chef Renatta mengeluhkan kondisi polusi udara di DKI Jakarta.
 
Hal tersebut dilakukan olehnya, lantaran diketahui bahwa Chef Renatta menderita penyakit Sinus dan penyakit Allergic Rhinitis.
 
Penyakit Sinus merupakan peradangan dan atau pembengkakkan yang terjadi di daerah Sinus.
 
Hal ini dapat menyebabkan penderitanya mengalami hidung tersumbat dikarenakan adanya lendir di dalam Sinus yang bisa menyebabkan penderitanya sulit bernapas.
 
Dalam beberapa kasus, penderita penyakit Sinus parah akan mengalami pembengkakan di area mata sehingga dapat menyebabkan pandangan penderitanya menjadi kabur, demam, sulit bernapas hingga berbulan-bulan, dan leher kaku.
 
Sementara Allergic Rhinitis merupakan sebuah penyakit dimana penderitanya akan merasakan gatal di dalam hidung, hidung tersumbat sampai sulit bernapas, serta bersin-bersin.
 
Allergic Rhinitis disebabkan oleh kualitas udara yang buruk, paparan asap rokok, serta alergi dan infeksi yang disebabkan oleh virus.
 
Penyakit tersebutlah yang diderita oleh Chef Renatta, sehingga dia merasa terganggu dengan kualitas udara yang buruk di DKI Jakarta.
 
"Polusi Jakarta yang bertahun-tahun memiliki AQI rata-rata diatas 170 dan berstatus berbahaya untuk kesehatan tapi tetap tidak ada yang bahas atau gerak. Di beberapa negara, AQI mencapai 150 itu sudah menjadi headline berita dengan warning heboh jangan keluar rumah, tutup jendela, pakai masker & pasang purifier", tulis Chef Renatta dikutip Orbitindonesia.com dari akun Twitter resminya 8 Agustus 2023.
 
Chef Renatta juga mengeluhkan tentang penyakitnya dampak dari polusi udara Jakarta.
 
"Saya yang (menderita penyakit) sinus dan allergic rhinitis paket lengkap cukup rasakan sendiri dan sudah tahu (tentang kualitas udara yang buruk) tanpa cek data. Tiap ada gejala-gejala, saya cek, dan benar".
 
Indeks Kualitas Udara (AQI) Jakarta mencatat bahwa per-tanggal 8 Agustus 2023, kualitas udara di DKI Jakarta dalam kategori poor, dengan 120 AQI-US.
 
 
AQI paling parah yang terjadi di DKI Jakarta 8 Agustus 2023 adalah pukul lima pagi dengan 188 AQI-US dan masuk dalam kategori poor.
 
Sementara konsentrasi PM2.5 di wilayah DKI Jakarta saat ini mencapai angka 3.1 kali diatas batas yang direkomendasikan oleh WHO dalam pedoman kualitas udara 24 jam.
 
Hal ini menjadikan DKI Jakarta sebagai Kota Paling Berpolusi nomor 2 di Indonesia berdasarkan perhitungan yang dibuat oleh AQI.
 
Berikut adalah peringkatnya (perhitungan real-time 8 Agustus 2023 pukul 13: 43)
 
1. Yogyakarta 157 AQI-US
2. DKI Jakarta 142 AQI-US
3. Bandar Lampung 134 AQI-US
4. Semarang 122 AQI-US
5. Medan 107 AQI-US
6. Pekanbaru 99 AQI-US
7. Bandung 95 AQI-US
8. Bengkulu 93 AQI-US
9. Martapura 88 AQI-US
10. Palembang 86 AQI-US
 
 
Sementara Aceh menempati posisi pertama sebagai Kota Paling Bersih dari Polusi di Indonesia berdasarkan perhitungan yang dilakukan AQI.
 
Berikut adalah peringkatnya (perhitungan real-time 8 Agustus 2023 pukul 13:43)
 
1. Banda-Aceh 21 AQI-US
2. Sampit 25 AQI-US
3. Poso 29 AQI-US
4. Sorong 33 AQI-US
5. Bukittinggi 53 AQI-US
6. Palangkaraya 55 AQI-US
7. Samarinda 57 AQI-US
8. Pontianak 63 AQI-US
9. Makassar 66 AQI-US
10. Jambi 73 AQI-US
 
Untuk melihat seberapa bagus atau buruknya kualitas udara di setiap daerah, berikut adalah kategori kualitas udara berdasarkan AQI-US yang dihasilkannya dalam sehari:
 
0-50: Bagus
51-100: Moderate
101-200: Miskin
201-300: Tidak sehat
301-400: Berat
401-500: Berbahaya
 
 
AQI Jakarta juga menyebutkan bahwa kualitas udara di dalam ruangan di Jakarta sama buruknya dengan kualitas udara di luar ruangan.
 
Hal tersebut dikarenakan polusi udara yang ada di luar ruangan dapat masuk ke dalam melalui ventilasi, pintu atau jendela.
 
Kualitas udara yang berada pada kategori poor setiap harinya, membuat setiap orang harus peduli terhadap kebersihan lingkunganya.
 
AQI Jakarta menyarankan setiap orang yang hendak pergi keluar ruangan agar memakai masker N95 agar terhindar dari penyakit.
 
 
AQI juga menjelaskan bahwa kualitas udara di jakarta akan mencapai batas maksimumnya pada akhir bulan Oktober.
 
Hal tersebut dikarenakan pada bulan tersebut, DKI Jakarta diprediksi akan mengalami musim hujan yang membuat udara menjadi dingin.
 
Berdasarkan perhitungan yang sudah pernah dilakukan oleh AQI, pada musim dingin polusi udara di jakarta bisa menjadi lebih buruk dibandingkan dengan musim panas.
 
Polusi udara khususnya di kota-kota besar memang sangat sulit untuk diatasi. Pasalnya, setiap orang bisa saja menjadi penyumbang polusi udara secara tidak sengaja. Yang bisa dilakukan adalah membatasi penggunaan barang atau kendaraan yang bisa menimbulkan polusi udara.
 
Semoga kedepannya ada kebijakan dari pemerintah untuk menanggulangi masalah polusi udara di DKI Jakarta.***
 

Berita Terkait