• Kamis, 1 Desember 2022

Komisi Penyiaran Indonesia Beri Apresiasi Lesti Kejora Lapor Polisi Terkait KDRT

- Minggu, 2 Oktober 2022 | 08:00 WIB
Penyanyi dangdut Lesti Kejora. (instagram.com/lestykejora)
Penyanyi dangdut Lesti Kejora. (instagram.com/lestykejora)

ORBITINDONESIA- Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) mengapresiasi Lesti Kejora dalam hal mengambil langkah cepat melaporkan tindak kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) kepada polisi

Menurut Nuning selaku Komisaris KPI Pusat, mengatakan keputusan Lesti  Kejora untuk melaporkan suaminya Rizky Billar atas dugaan KDRT, akan membuka pandangan masyarakat bahwa tindak kejahatan KDRT bukan masalah keluarga yang harus ditutup-tutupi.

"Ini merupakan contoh bagi masyarakat bahwa KDRT bukan lagi menjadi wilayah privat yang harus disembunyikan tapi ini harus diungkap ke publik," ujar Nuning Rodyah.
Baca Juga: Setelah Kejadian KDRT Rizky Billar Sempat Jenguk Lesti Kejora di Rumah Sakit

"Karena kalau disembunyikan akan berpotensi terjadinya pengulangan kekerasan serupa apalagi korban atau keluarga di sekitar tidak berani melaporkan dan harus ada keberanian melaporkan kejahatan ini agar menimbulkan efek jera bagi pelaku," katanya.

KPI sendiri telah memberikan imbauan kepada lembaga seluruh lembaga penyiaran untuk tidak menampilkan pelaku kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) sebagai pengisi acara, penampil dan pemeran dalam hal ini adalah Rizky Billar, pada Jumat 30 September 2022.

Hal tersebut merupakan upaya yang dilakukan oleh KPI untuk menghapus tindakan KDRT dan tidak memberikan ruang bagi pelakunya.

Baca Juga: Geger, Jejak Digital Rizky Billar Terungkap Pernah Menjadi Gigolo Tahun 2015 Hingga Viral di Twitter Benarkah

Ini merupakan sebuah edukasi kepada masyarakat agar tidak memberikan dukungan kepada publik figur yang melakukan KDRT.

Selain itu, KPI meminta kepada televisi dan radio untuk lebih selektif dalam memilih talent atau narasumber dalam topik yang dipilihnya.

"Karena jika lembaga penyiaran memberi ruang kepada pelaku maka itu akan menstimulasi perspektif dan persepsi publik bahwa KDRT adalah perilaku yang lumrah dan biasa karena yang bersangkutan masih bisa bebas tampil di televisi bahkan berpotensi diglorifikasi secara masif," tutupnya.***

Editor: Mila Karmila

Sumber: KPI

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X