DECEMBER 9, 2022
Orbit Indonesia

Ini Sejarah Hari Buku Sedunia setiap 23 April, Ternyata Diambil dari Kematian Tokoh Sastra Siswa Wajib Tahu

image
Simak penjelasan sejarah adanya Hari Buku Sedunia yang diambil dari tanggal kematian tokoh sastra dunia.

ORBITINDONESIA.COM- Hari Buku Sedunia atau World Book Day diperingati setiap tanggal 23 April setiap tahunnya.

Adapun Hari Buku Sedunia didedikasikan untuk mempromosikan kepentingan membaca, penerbitan, dan perlindungan hak cipta buku di seluruh dunia.

Perayaan Hari Buku Sedunia diprakarsai oleh UNESCO dan pertama kali diperingati pada tahun 1995.

Baca Juga: 15 Ucapan Selamat Hari buku Sedunia Simpel dan Penuh Makna Bisa Bangkitkan Semangat Membaca untuk Siswa

Selama Hari Buku Sedunia, banyak kegiatan dan acara diadakan di seluruh dunia.

Termasuk penandatanganan buku oleh penulis terkenal, bazar buku, dan lokakarya membaca.

Peringatan Hari Buku Sedunia dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya membaca dan mengapresiasi buku.

Baca Juga: Polisi Minta Masyarakat Laporkan Oknum yang Minta THR dengan Paksaan, Bisa Dijerat Pidana Lho

Acara ini diperingati setiap tahun pada tanggal 23 April, ternyata sejarah Hari Buku Sedunia untuk memperingati  kelahiran William Shakespeare, Miguel de Cervantes, dan beberapa tokoh sastra terkenal lainnya.

William Shakespeare adalah seorang penulis Inggris yang terkenal karena karya-karyanya yang menginspirasi banyak orang.

Ia meninggal pada tanggal 23 April 1616. Sementara itu, Miguel de Cervantes adalah seorang penulis Spanyol yang juga terkenal dengan karyanya yang berjudul Don Quixote.

Baca Juga: Perdagangan Orang ke Negara Jazirah Arab Masih Berlangsung, Polisi Menyergap di Bandara Soekarno Hatta

Ia meninggal pada tanggal yang sama dengan Shakespeare pada tahun yang sama pula, yaitu 1616.

Pada Hari Buku Sedunia, banyak kegiatan yang dilakukan untuk memperingati pentingnya buku, seperti pameran buku, diskusi buku, lomba menulis, dan masih banyak lagi.

Tanggal ini juga sering dijadikan momentum untuk mengadakan acara penggalangan dana untuk mengumpulkan buku-buku untuk perpustakaan yang membutuhkan.

Baca Juga: Bioskop Trans TV: Angel Has Fallen, Ketika Agen Rahasia Dikambinghitamkan oleh Pemerintah yang Korup

Hari Buku Sedunia juga kerap dirayakan oleh sekolah-sekolah di seluruh dunia.

Dengan berbagai kegiatan seperti membaca cerita bersama, bercerita tentang tokoh sastra terkenal, atau membuat buku bersama.

Acara ini diharapkan dapat menginspirasi siswa untuk lebih rajin membaca buku dan mengembangkan minat baca yang positif.

Baca Juga: Jurgen Klopp Sebut Liverpool Harusnya Menang Atas Arsenal

Tujuannya adalah untuk mempromosikan kebiasaan membaca dan mendukung industri penerbitan, serta menghargai peran buku dalam kehidupan manusia.

Pentingnya Hari Buku Sedunia dapat dilihat dari fakta bahwa membaca buku dapat memberikan manfaat yang besar bagi kesehatan mental dan fisik manusia.

Selain itu, membaca buku dapat memperkaya pengetahuan, meningkatkan kreativitas, serta membantu dalam pengembangan keterampilan sosial dan emosional.

Baca Juga: Inilah Cara Pertolongan Pertama Cedera Tulang dengan PRICE, Simak Penjelasannya Menurut Spesialis Ortopedi

Selain itu, Hari Buku Sedunia juga mempromosikan hak asasi manusia, seperti hak atas pendidikan, kebebasan berekspresi, dan akses ke informasi.

Dengan membaca buku, seseorang dapat memperluas perspektif dan pemahaman tentang dunia, sehingga dapat menjadi warga yang lebih terinformasi dan kritis.

Secara keseluruhan, peringatan Hari Buku Sedunia memberikan kesempatan untuk menghargai dan merayakan kekuatan buku dalam meningkatkan kualitas hidup manusia.***

Berita Terkait