Dampak Serius Perang di Ukraina, 15.000 Orang Dilaporkan Hilang, Ini Penyebabnya

- Jumat, 25 November 2022 | 17:15 WIB
Dampak Serius Perang di Ukraina, 15.000 Orang Dilaporkan Hilang, Ini Penyebabnya (freepik)
Dampak Serius Perang di Ukraina, 15.000 Orang Dilaporkan Hilang, Ini Penyebabnya (freepik)

ORBITINDONESIA- Komisi Internasional untuk Orang Hilang (ICMP) melaporkan 15.000 orang hilang akibat perang yang terjadi di Ukraina, pada Kamis 24 November 2022.

Bahkan belum diketahui jumlah pasti orang yang hilang, diperkirakan lebih dari 15.000 orang. Kondisi ini jadi dampak serius akibat perang Rusia dengan Ukraina.

Organisasi yang berbasis di Den Haag itu didirikan setelah perang Balkan pada 1990an dan membuka kantor cabang di Kiev pada Juli untuk membantu Ukraina mendokumentasikan sekaligus melacak orang-orang yang hilang.

Baca Juga: Menimbang Kesejahteraan Guru Berstatus Honorer, PPK Hingga ASN

Direktur program ICMP untuk Eropa, Matthew Holliday mengatakan belum diketahui pasti berapa banyak orang yang dipindahkan secara paksa, yang ditahan di Rusia, yang masih hidup dan yang terpisah dari anggota keluarga mereka, atau yang meninggal dan dimakamkan di kuburan darurat.

Proses penyelidikan orang hilang di Ukraina akan memakan waktu bertahun-tahun bahkan setelah perang usai, kata Holliday kepada Reuters.

Angka 15.000 stabil mengingat bahwa di kota pelabuhan Mariupol saja otoritas memperkirakan sebanyak 25.000 orang tewas atau hilang.

Baca Juga: Prabowo Subianto: Laksamana TNI Yudo Margono Mampu Emban Jabatan Panglima TNI

"Jumlahnya besar dan tantangan yang dihadapi Ukraina banyak sekali. Selain itu mereka juga sedang berperang melawan Federasi Rusia," katanya.

Holliday berbicara setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menuntut agar PBB menghukum Rusia atas serangan udara terhadap infrastruktur sipil, setelah sederet rudal membuat kota-kota di Ukraina gelap gulita.

Halaman:

Editor: Ulil A.

Sumber: ANTARA

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Aksi Intoleransi Bakar al Quran Terjadi Lagi di Eropa.

Minggu, 29 Januari 2023 | 08:35 WIB
X