Demonstrasi Anti Lockdown di China Meluas, Pengunjuk Rasa Serukan Xi Jinping Mundur

- Senin, 28 November 2022 | 11:02 WIB
Otoritas Kota Beijing Membuat Kebijakan Nol  COVID 19 Setelah Ditemukan Tiga Kematian Dalam Dua Hari Berturut-turut pada 19-20 November 2022. (Antara)
Otoritas Kota Beijing Membuat Kebijakan Nol COVID 19 Setelah Ditemukan Tiga Kematian Dalam Dua Hari Berturut-turut pada 19-20 November 2022. (Antara)

ORBITINDONESIA - Protes terhadap kebijakan nol-COVID China yang membuat penguncian (lockdown) semakin menyebar selama akhir pekan di tengah lonjakan infeksi virus corona.

Kalangan demonstran di Shanghai menyerukan permintaan, yang jarang terjadi sebelumnya, agar Presiden Xi Jinping mundur, menurut saksi dan video yang dibagikan di media sosial.

Di Shanghai, ratusan orang berkumpul pada Minggu 27 November 2022 malam untuk unjuk rasa yang diadakan selama dua hari berturut-turut, dengan peserta melampiaskan kemarahan mereka terhadap pihak berwenang.

Baca Juga: DITEMUKAN, Satu Korban Helikopter Polri yang Jatuh di Belitung Timur

Mereka meneriakkan slogan-slogan seperti Turunkan Xi Jinping dan Turunkan kaisar yang mengacu pada pemimpin negara tersebut.

Banyak anggota polisi yang dikerahkan di lokasi untuk mengepung pengunjuk rasa dan beberapa dari mereka ditahan.

Di China, gerakan protes besar jarang terjadi karena mengkritik pemerintah secara terbuka dianggap ilegal.

Kota Shanghai, yang merupakan pusat keuangan dan komersial negara itu, telah menjalani penguncian (lockdown) selama dua bulan pada awal tahun ini.

Baca Juga: Sekda Nuryakin: Kalimantan Tengah Bertagret Akses Air Minum Layak Capai 100 Persen di 2024

Halaman:

Editor: Krista Riyanto

Sumber: ANTARA

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Aksi Intoleransi Bakar al Quran Terjadi Lagi di Eropa.

Minggu, 29 Januari 2023 | 08:35 WIB
X