• Kamis, 1 Desember 2022

Inilah Alasan Polisi Tembakkan Gas Air Mata saat Kerusuhan di Kanjuruhan Sehingga 182 Meninggal

- Minggu, 2 Oktober 2022 | 09:02 WIB
Gas air mata yang ditembakkan polisi memenuhi area penonton dalam kerusuhan suporter di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur (2/10/2022) (Koran-gala.id - INDEPENDEN)
Gas air mata yang ditembakkan polisi memenuhi area penonton dalam kerusuhan suporter di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur (2/10/2022) (Koran-gala.id - INDEPENDEN)

ORBITINDONESIA- Tragedi kerusuhan di Kanjuruhan, Malang sebanyak 182 orang meninggal dunia menurut data dari polres malang, sebagian besar belum berusia 17 tahun sehingga belum ber KTP.

Setelah Arema FC kalah kandang 2-3  saat bertanding Persebaya Surabaya di BRI Liga 1, Sabtu, 1 Oktober 2022 malam terjadi kerusuhan di Kanjuruhan.

Awal pertandingan masih terlihat lancar di Stadion dan belum terjadi kerusuhan di Kanjuruhan.

Baca Juga: Kerusuhan di Kanjuruhan, TNI, Polisi, Pemerintah Bergerak Usut Penyebab Ratusan Orang Tewas

Tapi, setelah peluit  dibunyikan tanda akhir pertandingan sejumlah oknum suporter Arema FC meluapkan kekecewaanya dengan langsung turun ke lapangan mengejar para pemain dan ofisial.

Pihak pengamanan kemudian melakukan pengalihan agar para oknum suporter tersebut tidak turun ke lapangan dan mengejar pemain Untuk mencegah hal yang tidak diinginkan.

Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol. Nico Afinta mengatakan pada momen inilah, petugas melakukan tembakan gas air mata ke arah kerumunan suporter sehingga kerusuhan di Kanjuruhan tidak dapat di elakkan.

Baca Juga: Ini Kata Guru Besar FKUI Terkait Jika Seseorang Mengalami Kerongkongan Bergeser

Nico memaprkan penembakan gas air mata tersebut dilakukan karena para Arema FC telah berbuat anarkis dengan turun ke lapangan dan membahayakan keselamatan para pemain dan ofisial.

Halaman:

Editor: Mila Karmila

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X