• Kamis, 1 Desember 2022

Polisi Diduga Langgar Kode Etik Keamanan FIFA Dalam Penanganan Kerusuhan di Kanjuruhan

- Minggu, 2 Oktober 2022 | 04:06 WIB
Diduga polisi langgar kode etik FIFA yang melarang penggunaan gas air mata di dalam stadion.
Diduga polisi langgar kode etik FIFA yang melarang penggunaan gas air mata di dalam stadion.

ORBITINDONESIA – Aparat kepolisian yang bertugas melakukan pengamanan jalannya pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya, diduga langgar kode etik FIFA.

Pelanggaran kode etik FIFA tersebut berkaitan dengan penggunaan gas air mata dan senjata api untuk mengontrol kericuhan massa.

Dalam FIFA Stadium Safety and Security Regulation pasal 19 jelas disebutkan bahwa penggunaan gas air mata dan senjata api dilarang untuk mengamankan massa di dalam stadion.

Baca Juga: Imbas Kerusuhan di Kanjuruhan, Kompetisi Liga 1 Dihentikan Sementara

Bahkan dalam pasal tersebut juga disebutkan bahwa kedua benda ini dilarang dibawa masuk ke dalam area stadion.

Seperti diketahui telah terjadi insiden meninggalnya 59 orang dan dua aparat keamanan meninggal dunia dalam kerusuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang.

Baca Juga: Kalah Atas Persebaya, Amukan Aremania Sebabkan Dua Polisi Meninggal Dunia

Kerusuhan terjadi usai Aremania mengamuk dan memasuki area lapangan hingga kemudian bentrok dengan aparat keamanan.

Berusaha mengamankan situasi, polisi mengambil tindakan menembakkan gas air mata ke arah tribun penonton hingga banyak yang panik hingga terjatuh dan terinjak-injak.***

Halaman:

Editor: Taufik Hidayat Karepesina

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X