DECEMBER 9, 2022
Orbit Indonesia

China Bantah Telah Terapkan Zona Larangan Terbang Dekat Taiwan

image
Ilustrasi pesawat tempur China lepas landas ke wilayah dekat Taiwan.

ORBITINDONESIA.COM - China membantah pada hari Jumat (14 April) bahwa mereka telah memberlakukan zona larangan terbang (No-Fly Zone) di laut utara Taiwan untuk hari Minggu, meskipun Taipei mengatakan telah diberitahu oleh Beijing bahwa China akan memberlakukannya.

Kementerian Transportasi Taiwan mengatakan, Beijing awalnya memberi tahu Taipei akan memberlakukan zona larangan terbang mulai 16-18 April. Menyusul protes Taiwan, China mengumumkan periode larangan terbang dikurangi menjadi hanya 27 menit pada Minggu pagi.

Namun, juru bicara Kementerian Luar Negeri China Wang Wenbin tampaknya membantah klaim Taiwan tersebut dalam sambutannya pada jumpa pers reguler.

Baca Juga: Guncangan Terasa Kuat, Inilah Penjelasan BMKG Tentang Gempa Magnitudo 6,6 di Tuban

“Saya memperhatikan, ada laporan sebelumnya yang menunjukkan bahwa zona larangan terbang ditetapkan oleh pihak China, yang tidak akurat. Otoritas terkait akan menerapkan langkah-langkah untuk memastikan keselamatan penerbangan,” kata Wang.

Dia menambahkan, otoritas penerbangan sipil China akan memperingatkan dan mengeluarkan pemberitahuan terlebih dahulu untuk setiap aktivitas luar angkasa.

Namun, Taiwan telah mengeluarkan pemberitahuan untuk pilot pada Minggu pagi, yang menggunakan kalimat “wilayah udara diblokir karena aktivitas penerbangan luar angkasa.”

Area tersebut mencakup antara lain rute penerbangan sibuk antara Taiwan dan China serta Taiwan dan Korea Selatan.

Baca Juga: Inilah Daftar Wilayah yang Terdampak Gempa Magnitudo 6,6 di Tuban, Terasa Sampai Sumbawa!

Pada Kamis, 13 April, badan keselamatan maritim China mengatakan potensi puing-puing roket akan jatuh ke Laut China Timur pada 16 April pagi atau sore hari, dan melarang pengiriman kapal dari daerah tersebut.

Gangguan ruang udara terjadi di tengah ketegangan di kawasan itu dan beberapa hari setelah militer China mengadakan latihan di sekitar Taiwan. ***

Berita Terkait