DECEMBER 9, 2022
Nasional

Indonesia Indicator: Anies Baswedan Kuasai Panggung dan Menangi Hati Netizen Selama Debat Calon Presiden

image

ORBITINDONESIA.COM - Menurut hasil riset dari Indonesia Indicator, Anies Baswedan menjadi pemenang di kalangan netizen selama debat calon presiden Minggu 7 Januari 2024 malam.

Hal ini tercermin dari data exposure dan engagement perbincangan netizen tentang Anies Baswedan selama debat.

"Jumlah percakapan Anies tertinggi; disusul Prabowo, sebagai objek yang terseret dalam konflik," kata Direktur Komunikasi I2 Rustika Herlambang dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Baca Juga: Anies Baswedan: AMIN Segera Sikapi Putusan Mahkamah Konstitusi Terkait Sengketa Pilpres 2024

Engagement adalah istilah merujuk untuk tingkat interaksi netizen kepada suatu objek, dalam hal ini Anies Baswedan, melalui reaksi suka, komentar, pembagian konten, dan pengunggahan ulang konten di media sosial.

Netizen mengunggulkan Anies karena menguasai panggung, sehingga Prabowo terseret-seret untuk membuat klarifikasi terus-menerus.

Selain itu, netizen juga mengunggah isu bahwa Anies layak menjadi juara debat.

Baca Juga: Instagram Milik Asosiasi Sepakbola Qatar dan Wasit Nasrullo Kabirov Dirujak Netizen Indonesia: Penuh Caci Maki

Indonesia Indicator mencatat perolehan exposure Anies Baswedan di media sosial menjadi yang terbesar di antara calon presiden lainnya, dengan total unggahan 67.785 dan engagement sebesar 614.058.

Total exposure Prabowo Subianto mencapai 56.509 unggahan dengan 629.867 engagement dan exposure.

Ganjar Pranowo sebesar 51.682 unggahan dengan 354.950 engagement.

Baca Juga: Pengamat Politik Hendri Satrio: Anies Baswedan Jangan Turun Level dari Pilpres 2024 ke Pilgub DKI Jakarta

Secara umum, netizen lebih banyak fokus pada penampilan, suasana, dan jalannya debat dibandingkan dengan substansi gagasan yang disampaikan para kandidat.

Netizen juga cenderung memberikan atensi kepada penampilan Prabowo yang dianggap sebagai objek serangan oleh kedua lawannya.

Di satu sisi, netizen kaget karena serangan Anies yang dilontarkan kepada Prabowo keluar sejak segmen pertama, yakni pemaparan visi dan misi.

Baca Juga: William Aditya Sarana PSI: Jakarta Butuh Kaesang Pangarep, Bukan Anies Baswedan

Sebagian neetizen memaknai strategi tersebut sebagai "tembakan" yang tepat untuk menyerang lawan.

Di sisi lain, netizen menilai serangan Anies itu terlalu berlebihan dan sangat personal kepada Prabowo.

Mayoritas netizen menyebut Prabowo tidak dapat menahan emosi sejak awal hingga konsentrasinya buyar.

Baca Juga: Daftarkan Gugatan ke Mahkamah Konstitusi, Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar Minta Pemungutan Suara Ulang

"Anies piawai dalam memilih narasi sepanjang debat.”

“Memainkan emosi dengan berbagai pertanyaan atau pernyataan yang memojokkan,” ujar Rustika.

Rustika menilai Anies memahami psikologi rivalnya, selain juga memahami karakter pemirsa.

Baca Juga: Dosen UPN Veteran Jakarta, Puri Bestari Mardani Ajak Warga Cek Kebenaran Informasi di Media Sosial

Prabowo bahkan mulai terseret emosi sejak pemaparan visi dan misi. Sehingga, dia sampai memasukkan kata "klarifikasi" ketika memaparkan visi dan misinya.

Hal itu yang membuat warganet mulai tertarik memperbincangkannya, karena Anies dianggap berhasil memantik emosi Prabowo.

Serangan bertubi-tubi yang diterima Prabowo juga membuat sentimen negatif netizen yang mencapai 47 persen atau tertinggi di antara Anies 36 persen dan Ganjar 25 persen. 

Baca Juga: Denny JA: Anies Baswedan Kalah di Pilpres 2024 Karena Salah Mengibarkan Perubahan di Tengah Kepopuleran Jokowi

Netizen menyebut Prabowo selalu berkilah jika dimintai data soal pertahanan oleh Anies maupun Ganjar.

Debat calon presiden kali ini diselenggarakan dengan membahas soal pertahanan, keamanan, hubungan internasional, globalisasi, geopolitik, dan politik luar negeri. ***

Sumber: Antara

Berita Terkait