DECEMBER 9, 2022
Orbit Indonesia

COVID 19: Varian Acturus Naik Menjadi Varian of Interest, Seberapa Parahkah Menurut WHO Berikut Penjelasannya

image
Ilustrasi, Varian Arcturus dinaikkan statusnya oleh WHO Menjadi Varian of Interest dan patus diwaspadai penyebarannya

 

ORBITINDONESIA.COM – Badan kesehatan dunia, WHO meningkatkan status varian Arcturus atau XBB.1.16 menjadi varian of interest (VoI)

Kenaikan Varian Arcturus menjadi varian of interest oleh WHO setelah melihat pertumbuhannya lebih unggu dan kemampuan menghindari sistem kekebalan.

Dalam pembaruan epidemiologi mingguan terbarunya, WHO peringatkan karakterisitik varian Arcturus sangat meningkat kontribusinya pada peningkatan kasus.

Baca Juga: Maudy Ayunda dan Jesse Choi Pamer Lebaran Pertama dengan Nuansa Hijau Sage dan Putih yang sedang Tren

Hal ini disampaikan WHO dalam rilisnya yang dikutip dari laman Gavi, the vaccine Alliance

"Namun, saat ini, tidak ada sinyal awal peningkatan keparahan. Penilaian risiko XBB.1.16 awal sedang berlangsung dan diharapkan akan dipublikasikan dalam beberapa hari mendatang," kata WHO

Varian Arcturus dapat lebih mudah menular dan memicu gejala baru yang mengkhawatirkan. Namun saat ini belum bisa ditunjukkan bahwa varian Arcturus lebih berbahaya daripada varian Omicron lainnya.

Baca Juga: Manchester United Akan Bertarung Melawan Manchester City di Partai Final Piala FA Musim 2022-2023

Berdasarkan laporan dari dokter anak di India, varian ini memiliki gejala seperti mata gatal atau terasa lengket, lalu mata merah dan berair.

Kemudian disertai demam tinggi serta batuk, namun gejala ini relatif jarang terjadi pada pasien Covid19

Namun menurut Direktur Virologi Klinis di Mayo Clinic di Rochester, Amerika Serikat Matthew Binnicker mengatakn bahwa varian Arcturus atau XBB.1.16 dapat dikatikan dengan demam yang lebih tinggi daripada varian lainnya.

Baca Juga: Bursa Transfer Liga 1: PSS Sleman Sudah Lepas Satu Tim, Terbaru Wahyu Sukarta

Sementara menurut pemimipin teknis Covid19 WHO Dr Maria van Kerkhove mengatakan bahwa memiliki satu mutasi tambahan pada spike protein.

"Salah satu varian yang kami lihat adalah XBB.1.16. Ia memiliki satu mutasi mutasi tambahan pada spike protein, yang dalam studi laboratorium juga menunjukkan peningkatan infektivitas sebagai potensi peningkatan patogenisitas," jelas pemimpin teknis COVID-19 WHO Dr Maria Van Kerkhove.

"Jadi, ini salah satu yang kami pantau karena memiliki potensi perubahan yang perlu kami awasi dengan baik," katanya menambahkan.

Baca Juga: JADWAL Tayang Anime Suzume no Tojimari di Bioskop 24 dan 25 April 2023, Lengkap dengan Pukul dan Harga Tiket

Sebagai informasi, menurut WHO Arcturus atau XBB1.16 salah satu dari 600 subvarian Omicron.

Virus varian baru Covid19 ini pertama kali diindentikasi pada Januari 2023 dan dipantau ketat oleh WHO sejak 22 Maret 2023.

XBB.1.16 atau Arcturus merupakan gabungan dua sub varian dari subvariant BA.2.10.2 dan BA.2.75 dan memiliki profil serupa dengan varian XBB.1.5 atau dikenal dengan Kraken yang mendominas kasus harian di Inggris saat ini.

Baca Juga: Yuk Cek 6 Rekomendasi Tempat Belanja Pakaian Murah di Yogyakarta, Cocok untuk Oleh Oleh Mudik Lebaran

Nama Arcturus belum diresmikan sebagai nama untuk varian XBB.1.16 namun pertama kali dipopulerkan oleh mantan Indian Acadey of Pediatric Committee on Immunization, Vipin M Vashishtha.

Dirinya menggunakannya sebagai tagar dalam tweet pada bulan Maret untuk memberi alarm ihwal keberadaan varian baru Covid-19 ini.

Gejala dari Arcturus ini sama seperti varian Covid19 lainnya yaitu batuk, flu, demam, nyeri tenggorokan, nafsu makan menurun serta sakit di seluruh badan.

Baca Juga: Kapan Game Honkai Star Rail Dirilis, Simak Pengumuman dari HoYoverse, Penggemar Wajib Tahu

Namun, ada beberapa di negara alami merah pada sekitar areal putih mata dan terdapat kotoran seperti belekan.

Sejauh ini di Indonesia terdapat 7 pasien terindikasi varian Arcturus dimana ada penambahan lima pasien tiga dari Jakarta dan dua dari Surabaya ***

 

 

 

 

Dapatkan informasi lainnya dari kami di Google News

Berita Terkait