DECEMBER 9, 2022
Orbit Indonesia

Deplu AS Setujui Penjualan Pertahanan Rudal Senilai 5 Miliar Dollar untuk UAE dan Arab Saudi

image
Sistem Rudal Patriot

 

ORBITINDONESIA - Departemen Luar Negeri AS telah menyetujui kesepakatan senjata bernilai lebih dari 5 miliar dollar AS untuk mitra utama Timur Tengah, yakni Uni Emirat Arab (UAE) dan Arab Saudi.

Ini termasuk 3,05 miliar dollar AS dalam rudal Patriot untuk Arab Saudi, dan 2,25 miliar dollar AS dalam sistem THAAD untuk Uni Emirat Arab. Demikian laporan Breaking Defense yang dikutip Orbitindonesia pada 11 Agustus 2022.

Pengumuman di situs web Badan Kerjasama Keamanan Pertahanan, tentang penjualan alat pertahanan ke UAE dab Arab Saudi itu, belum difinalkan karena menunggu sikap Kongres AS.

Baca Juga: Israel Akan Habiskan 150 Juta Dollar AS untuk Pertahanan Laser Iron Beam, Setelah AS Ragu Membantu

Kasus Penjualan Militer Asing (FMS) yang diumumkan seperti ini telah disetujui oleh cabang eksekutif. Sekarang, Kongres AS harus mempertimbangkan, apakah menolak atau membiarkan saja.

Jika Kongres tidak keberatan, jumlah dan nilai dollar dalam kesepakatan itu dapat berubah selama negosiasi dengan industri pertahanan.

Mengingat lamanya proses FMS dapat berlangsung, kemungkinan penjualan potensial ini telah berlangsung selama beberapa waktu.

Tetapi kemampuan pertahanan rudal apa pun yang menuju ke kawasan itu penting, setelah kesepakatan baru antara Israel dan sejumlah negara Arab seputar pertahanan rudal.

Baca Juga: Lolos ke Final Piala AFF U16 2022, Timnas Indonesia Hujan Doa dan Banjir Pujian

Yakni, dengan sensor dan penembak di sejumlah negara, yang direncanakan untuk dihubungkan bersama untuk melawan Iran.

Kesepakatan Saudi yang diusulkan akan membantu mengisi kembali stok rudal Patriot yang “berkurang.”

Ini akan mencakup 300 PATRIOT MIM-104E Guidance Enhanced Missile-Tactical Ballistic Missiles (GEM-T), bersama dengan peralatan pendukung, dengan Raytheon sebagai kontraktor utama.

Rudal-rudal ini digunakan untuk mempertahankan perbatasan Kerajaan Arab Saudi terhadap sistem udara tak berawak lintas batas Houthi, dan serangan rudal balistik di situs sipil dan infrastruktur penting di Arab Saudi.

Baca Juga: Robert Rene Alberts Mundur, 3 Pelatih Ini Disebut Cocok Jadi Pelatih Persib Bandung

Serangan-serangan ini dianggap mengancam kesejahteraan warga Saudi, internasional, dan sekitar 70.000 warga AS yang tinggal di Kerajaan. Kerajaan Arab Saudi tidak akan kesulitan menyerap rudal-rudal ini ke dalam angkatan bersenjatanya.

Adapun UEA, kesepakatan yang diusulkan akan mencakup dua stasiun kontrol peluncuran THAAD, dua stasiun operasi taktis THAAD, dan 96 peluru kendali, bersama dengan peralatan pendukung terkait.

Lockheed Martin adalah kontraktor utama. Dinyatakan bahwa UAE kemungkinan akan memerlukan kompensasi komersial sebagai bagian dari kesepakatan.***

 

Berita Terkait