DECEMBER 9, 2022
Orbit Indonesia

Pengobatan Diabetes Lewat Menstabilkan Kadar Gula Darah

image
Ilustrasi penyakit diabetes.

ORBITINDONESIA.COM - Penderita diabetes mengalami pembusukan dari dalam dan meninggal dalam penderitaan. Satu-satunya penyebab diabetes adalah kurangnya kalium dalam tubuh.

Menurut Dokter Terawan Agus Putranto, menstabilkan kadar gula darah dan pengobatan diabetes yang efektif adalah cara mencegah penyakit ini dan menghindari kematian.

Diabetes secara pasti akan merusak organ-organ dalam manusia dan menyebabkan kematian secara perlahan. Sebanyak 78 persen penderita diabetes meninggal karena komplikasi penyakit.

Baca Juga: Sebelum Nonton Transformers Rise Of The Beasts, Wajib tahu Film Bumbleebee: Sinopsis, Pesan Moral, dan Plot

Terawan Agus Putranto mengatakan, faktanya sudah jelas. Anda bisa menyembuhkan diabetes, dan bisa menstabilkan kadar gula darah untuk selamanya, pada usia berapa pun juga, dan pada semua tahap penyakit ini.

Dalam menangani pengobatan pasien diabetes, sistem kesehatan kita penuh dengan birokrasi dan memiliki mekanisme yang rumit dan banyak masalah besar.

Menurut Terawan, klinik dan rumah sakit umum masih mengobati pasien penderita diabetes. Tapi, sayangnya, spesialis di sana hanya fokus untuk menjaga tubuh dalam kondisi yang stabil dan hanya melawan efek penyakitnya saja.

“Kita harus paham bahwa diet khusus, insulin, dan obat-obatan untuk merawat penderita diabetes hanya menciptakan ilusi hidup yang normal saja,” ujarnya.

Baca Juga: Pecinta Drakor Siap Ngebucin Kim Woo Bin Tampil dalam Black Night Tayang di Netflix, Simak Sinopsisnya

“Penyakitnya sendiri tidak terpengaruh sama sekali. Penderita diabetes tetap mati secara perlahan,” lanjut Terawan.

Hasilnya, banyak sekali penderita penyakit ini yang seperti tidak menerima pertolongan dan pengobatan yang selayaknya. Ini karena diabetes merupakan penyakit yang tidak kalah berbahayanya dengan tumor kanker, dalam hal tingkat kematian.

Tingkat risiko kanker dan diabetes itu sebanding. Satu-satunya perbedaan adalah bahwa diabetes membunuh penderitanya lebih lambat.

Baca Juga: SEA Games 2023: Sejarah Tercipta, Basket Putri Indonesia Raih Emas

Tetapi nyatanya tingkat kematian penderita diabetes hanya sedikit berbeda dari tingkat kematian pasien kanker. Sementara penderita tumor kanker dirawat secara aktif, perawatan penderita diabetes pada umumnya terbatas hanya pada diet khusus dan suntikan insulin.

Bahkan jika penderita diabetes diobati, pada sebagian besar kasus, mereka tidak benar-benar diobati dalam artian sebenarnya.

Karena jumlah penderita diabetes di dunia meningkat dengan sangat cepat, penyakit ini mengakibatkan banyak kematian.***

Silakan simak berita lain ORBITINDONESIA.COM di Google News.

Berita Terkait