DECEMBER 9, 2022
Orbit Indonesia

Syiah adalah Salah Satu dari 8 Mazhab yang Diakui Dalam Islam

image
Suasana pertemuan internasional Katolik dan Syiah untuk perdamaian dan persaudaraan.

ORBITINDONESIA.COM - Fitnah terhadap Syiah sudah berlangsung berabad-abad sejak wafatnya Rasulullah saw sampai hari ini. Syiah dituding kafir, sesat dan bukan bagian dari Islam.

Syiah dituduh menghalalkan zina dengan nikah mut’ah. Rukun iman dan rukun islamnya beda. Qur’an nya beda. Syahadatnya beda. Syiah juga dianggap mengkafirkan istri nabi dan para sahabat. Dan banyak lagi fitnah-fitnah lainnya.

Akibatnya, banyak orang salah paham tentang Syiah, lalu membenci Syiah dan menghalalkan darahnya. Ujung dari semua fitnah tersebut adalah perang saudara, antara muslim Sunni dengan Syiah.

Baca Juga: Singapore Open 2023: Kunvalut Cidera, Anthony Melenggang Ke Final

Inilah justru yang diinginkan oleh Zionis Israel. Yang rugi ya umat Islam itu sendiri. Jadi sebenarnya bagaimana?

Ini jawaban pendeknya. Syiah adalah bagian dari Islam. Inilah keputusan konferensi internasional para ulama Islam se-dunia yang diadakan di Amman, Yordania, pada tanggal 4 – 6 Juli 2005 M.

Dalam resolusi itu dikatakan bahwa Mazhab Syiah diakui sebagai salah satu dari 8 madzhab dalam Islam, sehingga tidak boleh dikafirkan.

Resolusi ini dikeluarkan di Yordania atas prakarsa Raja Abdullah II, ditandatangani oleh kurang lebih 500 ulama terkemuka dari 50 negara termasuk Indonesia, dan diadopsi oleh 6 dewan ulama islam internasional pada sidang Organisasi Konferensi Islam di Mekah pada Juli 2006.

Baca Juga: Waduh, Lionel Messi Berpeluang Tak Ikut Laga Timnas Indonesia vs Argentina di GBK 19 Juni

Ulama Indonesia yang ikut menandatangani risalah Amman tersebut adalah Maftuh Basyuni (Menag RI pada saat itu), Ketum PB NU Hasyim Muzadi, dan Ketum Muhammadiyyah Din Syamsuddin.

Selanjutnya, orang-orang Syiah itu juga bersyahadat, meyakini Tiada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan-Nya, sama seperti Sunni. Bukankah Syahadat adalah batas minimal seseorang dianggap sebagai Islam (muslim)?

Selain itu, muslim Syiah juga tiap hari melakukan shalat 5 waktu (subuh zuhur ashar maghrib dan isya), berpuasa di bulan Ramadhan, mengeluarkan zakat dan melaksanakan Haji. Sama persis dengan kaum muslimin lainnya.

Al Quran nya juga sama persis dengan Quran yang digunakan muslim sunni (bukan seperti fitnah yang digembar-gemborkan itu). Bahkan Iran sering mengadakan MTQ Internasional yang dihadiri oleh seluruh dunia Islam. Jelas al Quran nya sama.

Baca Juga: Erick Thohir Beberkan Poin Penting Kerja Sama PSSI dengan DFL

Sekedar fakta tambahan saja, sekitar 15 persen warga Arab Saudi adalah penganut mazhab Syiah. Dan muslim Syiah dari Saudi tersebut juga dibolehkan melaksanakan haji.

Jadi, juga diakui oleh pemerintah Saudi bahwa mereka itu muslim. Begitu juga muslim syiah dari Iran, setiap tahun pun melaksanakan Haji. Jadi apa alasannya Syiah disebut bukan bagian dari Islam? Iya ‘kan?

Tulisan ringkasan ini dibuat dengan tujuan untuk mempermudah pemahaman masyarakat luas tentang Mazhab Syiah yang sering sekali difitnah sebagai agama di luar Islam. Persepsi ini timbul karena ketidaktahuan atas hal-hal yang dianggap kontroversial dan berbeda dengan keyakinan mayoritas umat Islam. ***

Berita Terkait