DECEMBER 9, 2022
Orbit Indonesia

Heboh Ada Alkitab Pro LGBT yang Dicetak di Amerika Serikat

image
Ilustrasi Alkitab Pelangi yang pro LGBT dan dicetak di AS.

ORBITINDONESIA.COM - Betulkah ada Alkitab yang pro LGBT? Ternyata sejak tahun 2017 terbit Alkitab yang mendukung LGBT di Amerika.

Alkitab pro LGBT ini dinamai Alkitab Pelangi atau Alkitab Queen James Version.

Penyunting Alkitab Pelangi yang pro LGBT ini bilang, Alkitab Queen James adalah versi lain dari Alkitab King James Version yang sudah diterjemahkan ulang.

Baca Juga: Jaksa Tuntut Kiai Cabul di Jember 10 Tahun Penjara: Diyakini 2 Santri Jadi Korban Kekerasan Seksual

Sekedar info, Alkitab King James Version adalah salah satu Alkitab terjemahan berbahasa Inggris yang digunakan umat Kristen Protestan.

Kabarnya, terdapat beberapa tambal sulam ayat dalam Alkitab Pelangi. Ini dilakukan agar hubungan sesama jenis terkesan tidak dilarang, bahkan mendapat restu dari Tuhan.

Alkitab Pelangi sudah tersebar luas di Amerika dan laku terjual di situs penjualan seperti Amazon. Per kopi harganya dipatok setara Rp 337 ribu.

Tak ada nama penerbit, penyunting, dan penerjemah yang dicantumkan di Alkitab Pelangi. Di Amazon, cuma tertulis pengarang Alkitab Pelangi adalah Tuhan dan kontributornya Yesus.

Alkitab Pelangi dirilis karena semakin maraknya perkawinan sejenis, terutama di Amerika. Karena itu, pembelian Alkitab Pelangi langsung meningkat.

Baca Juga: Proyek Renewable Energy Membludak, Kebutuhan Talenta di Bidang EBT Semakin Besar

Tapi kemunculan Alkitab Pelangi bukan tanpa kritik. Guru Besar Alkitab di Wheaton College, Douglas Moo, bilang penyuntingan Alkitab Pelangi tak sepenuhnya akurat.

Cuma beberapa Alkitab terjemahan bahasa Inggris, kata dia, yang menggunakan kata homoseksualitas. Dalam sejarah terjemahan Alkitab terdahulu ke dalam bahasa Inggris, istilah itu merujuk pada hubungan homoseksual.

Karena isinya dianggap terlalu vulgar dan menyesatkan, Alkitab Pelangi ditentang di beberapa lokasi di Amerika. Sejumlah sekolah dasar dan menengah di Utah menghapus Alkitab Pelangi dari kurikulum sekolah.***

Berita Terkait